Klaim Pelecehan dan Diskriminasi di Beast Industries
Perusahaan media senilai $5 miliar, Beast Industries, yang didirikan oleh YouTuber terkenal MrBeast, kini tengah dihadapkan pada tuntutan hukum dari seorang mantan karyawannya. Ia menuduh perusahaan melakukan pelecehan seksual, diskriminasi berbasis gender, serta pemecatan tak lama setelah dirinya kembali dari cuti melahirkan.
Bantahan Perusahaan dengan Bukti Kontradiktif
Beast Industries membantah semua tuduhan tersebut. Melalui pernyataan resmi, perusahaan menyatakan memiliki bukti kuat, termasuk pesan di Slack dan WhatsApp, dokumen internal, serta kesaksian saksi yang bertentangan dengan klaim dalam tuntutan hukum. tuntutan tersebut diajukan pada Selasa (20/5) di Pengadilan Distrik Timur Carolina Utara.
“Tuntutan ini dibangun di atas kebohongan dan klaim palsu. Kami memiliki bukti yang tak terbantahkan,” ujar juru bicara Beast Industries dalam pernyataan yang disampaikan kepada Fast Company.
Perusahaan juga menegaskan tidak akan tunduk pada tuntutan hukum yang dianggapnya hanya mencari keuntungan semata. “Kami tidak akan membiarkan pengacara oportunis memeras kami,” tambahnya.
Kronologi Kasus dan Tuduhan yang Dilontarkan
Mantai karyawan bernama Lorrayne Mavromatis dipekerjakan pada 2022 dan diberhentikan pada 2025, hanya tiga minggu setelah kembali dari cuti melahirkan. Sebelumnya, ia mengaku mengalami penurunan jabatan karena melaporkan pelecehan seksual dan lingkungan kerja yang tidak kondusif, baik bagi dirinya maupun karyawan perempuan lainnya. Perusahaan membantah klaim tersebut.
Menurut tuntutan hukum, Beast Industries pernah mendistribusikan dokumen berjudul “Cara Sukses di Produksi MrBeast”, yang berisi pernyataan kontroversial seperti “Boleh saja anak laki-laki bersikap kekanak-kanakan” dan “Tidak berarti tidak”. Dokumen ini juga menyatakan bahwa “Jumlah jam kerja tidak relevan”. Perusahaan menyebutnya sebagai panduan produksi, bukan pedoman karyawan, meskipun dokumen ini sempat bocor pada 2024.
Tuduhan Pelecehan oleh Atasan
Mavromatis menuduh atasannya melakukan pelecehan seksual, termasuk memintanya bertemu CEO James Warren di rumah pribadinya. Saat itu, Warren disebut berkomentar tentang penampilannya. Ia juga dikecualikan dari proyek karena, menurut tuntutan, Warren mengatakan “Anda terlalu cantik” dan “Penampilan Anda memiliki efek seksual pada Jimmy”, merujuk pada Jimmy Donaldson (MrBeast).
“Jimmy merasa canggung di sekitar wanita cantik. Katakan saja ketika dia ada di dekat Anda dan pergi ke toilet, dia sebenarnya tidak ke toilet.”
Juru bicara perusahaan menyebut tuduhan ini “tidak masuk akal” dan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan eksploitasi kondisi medis Donaldson, termasuk penyakit Crohn dan masalah mata.
Diskriminasi terhadap Karyawan Lain
Tuntutan juga menyebutkan bahwa eksekutif laki-laki sering menghina kontestan perempuan dalam acara BeastGames milik MrBeast dan Amazon MGM Studios. Mereka mengejek ketika kontestan mengeluhkan ketiadaan akses terhadap produk kebersihan feminin dan pakaian dalam bersih selama kompetisi. Perusahaan tidak memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan ini.
Pada 2024, kontestan BeastGames juga melaporkan masalah serupa, seperti kurangnya makanan dan perawatan medis yang memadai. Beberapa kontestan bahkan harus dievakuasi menggunakan tandu akibat cedera.
Dampak dan Implikasi Hukum
Kasus ini menyoroti isu serius mengenai budaya kerja di industri hiburan dan media, terutama terkait perlindungan karyawan perempuan. Tuntutan hukum ini juga dapat memengaruhi reputasi MrBeast dan Beast Industries di mata publik.
Saat ini, kasus ini masih berlangsung dan belum ada keputusan hukum yang final. Masyarakat menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini.