Kata “I’m fine” kerap diucapkan wanita sebagai respons instan dalam berbagai situasi, meski sebenarnya mereka tidak baik-baik saja. Melihat fenomena ini, Megababe, merek perawatan pribadi, meluncurkan kampanye iklan untuk mendorong wanita lebih berani menyuarakan ketidaknyamanan mereka.
Pada Senin (hari ini), Megababe memasang serangkaian iklan berwarna oranye dan putih di seluruh New York City. Kampanye ini bertujuan menyoroti bagaimana wanita telah menormalisasi rasa tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan upaya pertama Megababe dalam menyampaikan pesan sosial melalui iklan.
Kampanye ini diluncurkan bersamaan dengan hasil survei yang dilakukan pada Maret 2024. Dari 500 responden wanita, ditemukan bahwa 85% lebih memilih merasa tidak nyaman daripada merepotkan orang lain. Bahkan, 96% di antaranya mengaku mengatakan “I’m fine” setidaknya sekali dalam seminggu, meski sebenarnya mereka tidak baik-baik saja.
Statistik yang mengejutkan ini menunjukkan betapa dalamnya perilaku ini tertanam dalam budaya wanita. Oleh karena itu, Megababe ingin menyoroti dampak yang lebih besar dari kebiasaan kecil ini terhadap kesehatan fisik wanita.
Dari Kata ‘I’m Fine’ ke Krisis Kesehatan
Katie Sturino, pendiri Megababe, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan untuk membahas bagaimana kebiasaan mengatakan “I’m fine” dapat memengaruhi kesehatan fisik. “Kami ingin membahas bagaimana perilaku ini memengaruhi kesehatan sebenarnya. Kami tidak ingin wanita merasa terlalu rewel sehingga enggan pergi ke dokter. Mereka hanya akan menderita sendirian,” ujar Sturino dalam wawancara eksklusif dengan Fast Company.
Survei juga mengungkapkan bahwa 65% wanita tidak pernah memberi tahu dokter tentang ketidaknyamanan tubuh yang berulang. Mereka merasa hal tersebut terlalu memalukan atau tidak cukup serius untuk dibicarakan. Meskipun banyak wanita juga menghadapi gaslighting medis, Sturino menekankan bahwa mengenali perilaku ini merupakan langkah awal yang penting.
Kampanye untuk Memberi Ruang bagi Wanita untuk ‘Bergumam’
Iklan Megababe juga menyertakan nomor telepon yang dapat dihubungi wanita untuk mengeluh tentang ketidaknyamanan apa pun—baik yang berkaitan dengan tubuh maupun orang lain. Sturino mendorong pengikutnya yang berjumlah lebih dari 800.000 di media sosial untuk memanfaatkan layanan ini.
“Saya hanya ingin wanita bisa lepas kendali,” kata Sturino. “Saya ingin menangkap momen ketika mereka merasa frustrasi dan memberi mereka kesempatan untuk melampiaskan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.”
Seperti halnya pembahasan tentang ‘pink tax’ yang menjadi topik hangat satu dekade lalu, Megababe berharap konsep ‘comfort tax’ atau pajak kenyamanan juga dapat menjadi pembicaraan yang lebih luas. Sturino menekankan pentingnya memberi wanita ruang untuk melampiaskan tanpa penilaian.
“Wanita sudah lelah. Mereka memikul beban mental di rumah, dan pemerintah tidak memberikan dukungan yang memadai. Rasanya seolah-olah segala sesuatu terus dibebankan kepada wanita,” tambahnya.
Mengakhiri Kebiasaan ‘I’m Fine’
Kampanye ini disengaja tidak mempromosikan produk perawatan pribadi Megababe, yang kini mencakup gel anti-gesekan dan stik untuk lepuh di kaki. Bulan depan, merek ini akan meluncurkan produk anti-jamur, dan musim panas ini akan memperkenalkan produk lainnya.