Penyebab Kekurangan Patch Estrogen

Kekurangan patch estrogen saat ini disebabkan oleh lonjakan permintaan yang tidak terduga. Pada November 2025, FDA mencabut peringatan hitam pada terapi pengganti hormon (HRT) yang telah berlaku selama lebih dari 20 tahun. Peringatan tersebut sebelumnya didasarkan pada studi Women’s Health Initiative tahun 2002 yang mengaitkan HRT dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker.

Setelah ditinjau ulang, FDA menemukan bahwa peringatan tersebut terlalu melebih-lebihkan risiko bagi sebagian besar wanita, terutama mereka yang memulai terapi di awal menopause. Komisioner FDA, Dr. Marty Makary, menyatakan, "Kami mencabut peringatan hitam pada terapi pengganti hormon untuk memberi tahu wanita tentang manfaat kesehatan jangka pendek dan jangka panjang yang luar biasa."

Akibatnya, permintaan HRT melonjak tajam. Data dari Truveta menunjukkan penggunaan patch estrogen meningkat lebih dari tiga kali lipat antara 2018 hingga awal 2026. Pada Februari 2026, sekitar 1 dari 20 wanita berusia 45–54 tahun memiliki resep HRT berbasis estrogen.

Dampak Kekurangan terhadap Wanita Menopause

Lebih dari 1 juta wanita di AS memasuki masa menopause setiap tahun, menurut NIH. Kekurangan patch estrogen berpotensi memengaruhi banyak dari mereka yang bergantung pada terapi ini untuk meredakan gejala menopause, seperti hot flashes, insomnia, dan perubahan suasana hati.

Dr. G. Thomas Ruiz, ahli kandungan dari MemorialCare Orange Coast Medical Center, mengungkapkan perubahan signifikan dalam praktiknya. "Setelah FDA mencabut peringatan hitam, banyak pasien yang tidak lagi takut untuk mencoba HRT," katanya. Namun, banyak wanita kini kesulitan menemukan patch estrogen di apotek karena stok kosong atau backorder.

Alternatif untuk Patch Estrogen

Meskipun patch estrogen sulit ditemukan, terdapat beberapa alternatif efektif yang dapat meredakan gejala menopause:

  • Gel estrogen: Dapat dioleskan pada kulit dan memberikan dosis hormon yang stabil.
  • Semprotan estrogen: Mudah digunakan dan diserap dengan cepat oleh tubuh.
  • Tablet estrogen oral: Pilihan umum yang efektif untuk terapi hormon.
  • Terapi non-hormonal: Seperti obat-obatan yang mengandung gabapentin atau paroxetine untuk meredakan hot flashes.

Wanita disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan alternatif terbaik sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Beberapa wanita juga memilih untuk mengganti merek atau dosis patch estrogen yang tersedia di pasaran.

Tantangan dalam Memenuhi Permintaan

Kapasitas produksi yang terbatas dan gangguan rantai pasokan semakin memperburuk situasi. Meskipun lima produsen utama patch estrogen beroperasi dengan kapasitas penuh, mereka masih kesulitan memenuhi permintaan yang terus meningkat. HHS menyebutkan bahwa kekurangan ini dapat berlangsung hingga tiga tahun.

Para ahli mendesak wanita untuk tidak menghentikan terapi secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter. "Penting untuk tetap menjalani pengobatan yang tepat untuk menjaga kualitas hidup selama masa menopause," kata Dr. Ruiz.

Sumber: Healthline