Harga Solar Melonjak Lebih Cepat dari Bensin
Saat mengisi bahan bakar, sebagian besar pengemudi lebih fokus pada harga bensin yang melonjak. Namun, kenaikan harga solar justru lebih tajam dan berdampak luas pada ekonomi AS. Data terbaru menunjukkan kerugian akibat kenaikan harga solar hampir menyamai kerugian dari bensin.
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga
Sejak serangan bom AS-Israel ke Iran, harga minyak dunia langsung melonjak. Iran menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui 20% pasokan minyak global. Kondisi ini menyebabkan kenaikan harga bahan bakar, termasuk solar. Hingga 13 April, perang ini telah membebani konsumen dengan tambahan biaya bahan bakar senilai $19 miliar, menurut peneliti Universitas Brown.
Dari total kerugian tersebut, $9,4 miliar atau hampir separuhnya berasal dari kenaikan harga solar. Dampaknya mencapai sekitar $71 per rumah tangga AS, meski tidak semua rumah tangga menggunakan solar secara langsung.
Dampak yang Tidak Terlihat
"Anda mungkin merasakan dampaknya tanpa menyadarinya," kata Jeff Colgan, ilmuwan politik dari Universitas Brown yang mengembangkan alat pelacak dampak kenaikan harga minyak. "Setiap barang di negara ini melewati rantai pasok solar, sehingga kenaikan biaya akhirnya dibebankan kepada konsumen."
Solar Lebih Penting bagi Ekonomi daripada Bensin
Solar bukan hanya digunakan kendaraan penumpang, tetapi juga vital bagi industri seperti truk, kereta api, pertanian, dan konstruksi. Setiap barel minyak menghasilkan lebih sedikit solar dibanding bensin, sehingga kenaikan harganya lebih signifikan. Menurut pelacak Universitas Brown, harga solar naik 54% sejak perang dimulai pada 28 Februari, sementara bensin hanya naik 38%.
Permintaan bensin lebih elastis—pengemudi bisa mengurangi konsumsi saat harga naik. Namun, industri yang bergantung pada solar tidak memiliki pilihan itu. "Permintaan solar tidak banyak berubah meski harganya naik," jelas Patrick De Haan, kepala analis minyak di GasBuddy.
Faktor Musim Dingin Memperparah Kenaikan Harga
Perang di Timur Tengah terjadi bersamaan dengan musim dingin panjang di New England, wilayah yang mengonsumsi sebagian besar minyak pemanas di AS. Karena struktur molekul dan kandungan energinya hampir sama, kenaikan harga minyak pemanas juga mendorong naiknya harga solar.
"Setelah musim dingin, konsumsi minyak pemanas masih tinggi. Hal ini biasanya juga memengaruhi harga solar," kata De Haan.
Siapa yang Paling Terkena Dampaknya?
- Industri transportasi dan logistik yang bergantung pada truk diesel.
- Petani yang menggunakan mesin diesel untuk pertanian.
- Konsumen yang membeli barang-barang dengan biaya distribusi lebih tinggi akibat kenaikan solar.
Kesimpulan: Solusi untuk Meredam Dampak
Meskipun kenaikan harga solar tidak terlihat langsung, dampaknya sangat luas. Para ahli menekankan pentingnya mencari solusi jangka panjang, seperti diversifikasi energi dan efisiensi bahan bakar, untuk mengurangi ketergantungan pada solar di masa depan.