Ketua Komite Etik Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR) tengah menyelidiki perilaku Anggota DPR Chuck Edwards dari Partai Republik setelah menerima laporan mengenai tindakannya terhadap dua staf perempuan muda di kantornya.

Investigasi ini dipicu oleh surat cinta yang ditulis Edwards kepada salah satu stafnya menjelang masa tugasnya berakhir. Dalam surat tangan yang ditinjau oleh Axios, Edwards menulis,

"Anda adalah wanita paling luar biasa. Saya hanya berharap dapat menjelaskan kebahagiaan dan makna yang Anda berikan untuk waktu yang kita habiskan di kantor — terutama di luar kantor."

Surat tersebut diakhiri dengan ungkapan,

"Kebaikan, dorongan, dan keceriaan Anda telah menulis sebuah bab kompleks di hatiku yang tidak akan pernah berhenti kubaca."
Surat ditandatangani dengan,
"Dengan penghargaan dan pengabdian seumur hidup, Chuck."

Edwards, yang telah menikah sejak 1980, juga diketahui memberikan hadiah pribadi kepada staf tersebut, termasuk perhiasan dan teka-teki gambar bertema aktor Adam Sandler, menurut tiga sumber yang mengetahui langsung pemberian tersebut.

Tiga sumber yang dimintai keterangan secara anonim karena takut akan pembalasan mengungkapkan bahwa Edwards kerap melampaui batas profesional dalam interaksinya dengan staf-staf muda tersebut. Mereka menyatakan bahwa perilaku Edwards menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman.

Salah satu staf yang terlibat, yang identitasnya dirahasiakan karena sifat sensitif dari tuduhan tersebut, menolak untuk memberikan komentar mengenai interaksinya dengan Edwards ketika dihubungi oleh Axios. Namun, ketiga sumber tersebut mengungkapkan bahwa staf tersebut pernah menyampaikan ketidaknyamanannya kepada rekan-rekan kerja mengenai perilaku Edwards selama dan setelah masa kerjanya di kantor Edwards.

Edwards tidak merespons permintaan komentar yang dikirimkan secara berulang untuk artikel ini. Namun, dalam pernyataan tertulis yang diberikan kepada Axios pada Kamis lalu, ia menyatakan:

"Saya menyambut baik setiap investigasi, mengingat profesionalisme yang telah ditunjukkan oleh staf saya serta komitmen saya untuk melayani masyarakat Carolina Utara bagian barat. Di tengah lingkungan politik nasional yang saat ini penuh tantangan, tidak mengherankan jika pihak-pihak dengan agenda politik tertentu berusaha menyebarkan tuduhan palsu untuk menciptakan narasi berita."

Investigasi Komite Etik DPR ini juga mencakup perjalanan Edwards bersama salah satu stafnya ke Las Vegas pada November 2025. Dua sumber yang mengetahui perjalanan tersebut menyatakan bahwa Edwards memesan dua kamar di Hotel Bellagio untuk periode 8 hingga 11 November 2025, dengan bukti pembayaran yang telah ditinjau oleh Axios. Pada saat yang sama, staf tersebut juga diketahui berada di Las Vegas pada salah satu tanggal tersebut.

Perjalanan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan staf Edwards, terutama terkait dengan keharusan Edwards untuk kembali ke Washington guna memberikan suara terkait pembukaan kembali pemerintahan akibat penutupan bandara yang disebabkan oleh kebuntuan anggaran.

Sumber: Axios