Sebuah laporan investigasi terperinci dari The Intercept yang dirilis Senin (12/5) membantah klaim Presiden Donald Trump mengenai keberhasilan serangan militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba dari Amerika Selatan ke Amerika Serikat. Trump sebelumnya menyatakan bahwa serangan tersebut telah mengurangi aliran narkoba melalui laut hingga 97%.
Namun, pernyataan Pentagon justru bertolak belakang dengan klaim tersebut. Rear Admiral William Baumgartner, mantan komandan Distrik Ketujuh Penjaga Pantai AS, mengatakan kepada The Intercept bahwa klaim Trump tidak memiliki dasar yang kuat.
"Ia mencoba memberi kesan bahwa 97% kokain yang meninggalkan Amerika Selatan dengan kapal menuju AS telah dicegah. Itu tidak benar dan bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah," ujar Baumgartner.
Pada Maret lalu, Joseph Humire, pejabat Pentagon, memberi kesaksian di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS bahwa hanya terjadi "pengurangan 20% pergerakan kapal narkoba di Karibia dan tambahan 25% di Samudra Pasifik bagian timur". Humire juga menyebutkan bahwa Operasi Southern Spear menyebabkan penurunan 20% kematian akibat overdosis narkoba hingga September 2025—meski operasi tersebut baru dimulai pada September.
Baumgartner menambahkan, "Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang bisa menarik kesimpulan mengenai penyelundupan narkoba dan kematian akibat overdosis berdasarkan fakta yang ada."
Meskipun pemerintah terus menekankan efektivitas serangan tersebut sebagai upaya pencegahan, bukti di lapangan menunjukkan sebaliknya. Laporan The Intercept mencatat bahwa dalam sebulan terakhir saja, terjadi delapan serangan dalam kurun 16 hari, dengan lima di antaranya terjadi dalam lima hari berturut-turut. Pada periode yang sama, Penjaga Pantai AS justru mencatat rekor penyitaan kokain senilai $19,3 juta di Karibia dan Samudra Pasifik, yang menunjukkan bahwa penyelundupan narkoba masih berlangsung.
Baumgartner juga menyoroti harga kokain yang disita. Dengan total 1,2 ton kokain yang disita, harga eceran per kilogram hanya sekitar $16.500—harga yang terlalu rendah untuk mencerminkan pengurangan aliran narkoba sebesar 97%.
Lebih lanjut, Rep. Sara Jacobs dan lima pejabat pemerintah lainnya mengungkapkan kepada The Intercept bahwa tidak ada kapal yang diserang benar-benar membawa fentanil. "Mereka memberikan alasan rumit yang sulit dipahami, dan saya tidak yakin," kata Jacobs. Ia juga menekankan bahwa 99% narkoba yang masuk ke AS justru melalui jalur resmi yang dibawa oleh warga negara atau penduduk tetap AS.
Klaim Trump lainnya yang menyebutkan bahwa setiap kapal narkoba yang tenggelam menyelamatkan 25.000 nyawa juga dibantah keras oleh Baumgartner. "Klaim bahwa menenggelamkan satu kapal pengangkut kokain menyelamatkan 25.000 nyawa tidak masuk akal. Jumlah itu bahkan mungkin lebih banyak daripada korban overdosis fentanil di seluruh AS," tegasnya.