Program Morning Joe pada Jumat (13/5) menyoroti mayoritas warga Amerika yang menentang rencana Presiden Donald Trump untuk membangun ballroom di Gedung Putih. Host Joe Scarborough bahkan menyebut upaya Partai Republik untuk mendanai proyek tersebut sebagai ‘sangat gila’.
Senator South Carolina, Lindsey Graham, baru-baru ini meluncurkan inisiatif untuk menjadikan ballroom yang sempat terhenti itu didanai oleh pajak warga. Langkah ini menuai penolakan keras, tidak hanya dari Demokrat, tetapi juga dari sebagian anggota Partai Republik. Beberapa pihak berargumen bahwa fasilitas tersebut dibutuhkan untuk acara-acara besar seperti makan malam WHCA.
Scarborough menanggapi dengan sinis,
‘Harga gas naik, harga bahan pokok melambung, sewa rumah tak terjangkau, tapi Gedung Putih dan Partai Republik justru fokus pada ballroom ala Marie Antoinette yang didanai pajak. Sungguh pilihan tepat menjelang pemilu tengah tahun nanti.’
Co-host Morning Joe, Willie Geist, juga menyuarakan kebingungan serupa. Ia mempertanyakan mengapa Partai Republik tiba-tiba tertarik mendanai proyek ballroom di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.
‘Dulu, ketika pendanaan berasal dari donatur swasta, orang-orang sudah menolak pembongkaran dan pembangunan ulang Gedung Putih ala citra Donald Trump. Kini, setelah insiden di acara WHCA yang hingga kini masih misterius, justru pajak warga diminta untuk membiayai ballroom Marie Antoinette agar kita bisa mengadakan acara yang lebih besar dan mewah untuk merayakan diri sendiri.’
Anggota panel, Donny Deutsch, menambahkan bahwa langkah terbaru pemerintahan Trump dan Partai Republik ini merupakan politik yang buruk.
‘Setiap kali Trump fokus pada hal-hal non-voter seperti menyerang James Comey, Jimmy Kimmel, membangun ballroom, atau menambahkan namanya pada uang, ia tidak berbicara kepada konsumen maupun pemilih. Ia hanya mengingatkan para pemilih bahwa dirinya tidak peduli pada mereka. Itulah politik yang buruk.’
Video lengkap segmen Morning Joe dapat disaksikan di bawah ini.