Liga sepak bola Amerika (NFL) tengah memanfaatkan posisi tawarnya yang kuat untuk menuntut kenaikan signifikan dalam kontrak hak siar senilai lebih dari $110 miliar. Langkah ini berpotensi mengubah lanskap industri media dan televisi di Amerika Serikat.
Pada 2021, NFL menandatangani kontrak hak siar selama 11 tahun dengan lima mitra utamanya: CBS, Fox, NBCUniversal, Disney, dan Amazon. Kontrak tersebut mencakup opsi pembatalan yang dapat diberlakukan setelah musim 2029-2030. Namun, akuisisi CBS oleh Skydance melalui induk perusahaan Paramount memicu klausul perubahan kepemilikan, membuka peluang bagi NFL untuk menegosiasi ulang kontrak senilai $2,1 miliar per tahun dengan David Ellison.
Fox diperkirakan akan menjadi target berikutnya, meskipun tidak ada alasan hukum yang jelas. Meskipun ada kritik yang menyebut perubahan kepemilikan Paramount tidak cukup untuk mendasari renegosiasi, para mitra NFL tampaknya tidak memiliki pilihan selain memenuhi tuntutan tersebut. Pasalnya, NFL merupakan aset yang terlalu penting untuk dilepaskan.
“NFL biasanya menjadi pihak yang paling dominan dalam negosiasi. Mereka tahu mereka bisa mendapatkan lebih, jadi mereka berusaha menekan perusahaan media untuk menaikkan biaya,” ujar Lauren Anderson, Direktur Warsaw Sports Business Center di Universitas Oregon, kepada TheWrap.
Jika tuntutan NFL terpenuhi, dampaknya akan dirasakan secara luas. Peningkatan biaya hak siar akan memaksa perusahaan media untuk mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk NFL, sehingga mengurangi investasi pada hiburan skrip dan non-skrip serta liga olahraga kecil lainnya. Selain itu, biaya tambahan ini berpotensi diteruskan kepada konsumen, yang akan memengaruhi penggemar muda NFL—kelompok yang umumnya memiliki daya beli lebih rendah dibandingkan penggemar senior.
Meskipun jumlah pasti kenaikan yang diinginkan NFL belum diketahui, laporan menyebutkan bahwa liga ini menuntut kenaikan 50 hingga 60% untuk kontrak dengan CBS. Jika tercapai, Paramount harus membayar sekitar $3 miliar per tahun, naik dari $2,1 miliar sebelumnya.
“Posisi tawar NFL sangat kuat menjelang renegosiasi ini. Delapan puluh tiga dari 100 acara televisi paling banyak ditonton tahun lalu adalah pertandingan NFL. Dalam lanskap media yang semakin terfragmentasi, jangkauan semacam itu tidak tergantikan,” kata Alicia Weaver, Wakil Presiden Media Activation di Mediassociates.
Biaya hak siar olahraga memang telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Sekitar 20% dari total anggaran konten senilai $34 miliar Paramount Skydance dialokasikan untuk olahraga, menurut penelitian MoffettNathanson. Sementara itu, NBCUniversal mengalokasikan 27% dari anggaran konten senilai $22,6 miliar untuk olahraga. Disney dan Fox juga menghadapi tekanan serupa untuk mempertahankan kontrak dengan NFL.
Para analis meyakini bahwa NFL akan berhasil dalam upayanya menaikkan biaya kontrak. Dengan dominasi yang tak tertandingi dalam tayangan televisi, NFL memiliki leverage yang sulit ditolak oleh perusahaan media. Namun, langkah ini juga berisiko menciptakan efek domino yang dapat mengubah dinamika industri hiburan dan olahraga di masa depan.