Pegseth Tak Bisa Tunjukkan Kemenangan AS dalam Perang Iran
Pemerintah Amerika Serikat gagal menjelaskan bagaimana negara tersebut memenangkan perang melawan Iran. Menteri Pertahanan Pete Pegseth menghadiri sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Rabu (29/4) untuk mempertahankan anggaran pertahanan terbaru. Namun, ia tak mampu memberikan contoh konkret capaian AS dalam konflik di Timur Tengah saat ini.
Pertanyaan Tajam dari Anggota Kongres
Anggota Kongres Massachusetts, Seth Moulton, melontarkan pertanyaan keras kepada Pegseth: "Berapa banyak keuntungan yang diraih Iran setelah pemerintah AS mencabut sanksi di awal perang?"
Pegseth menjawab, "Saya bisa katakan bahwa Iran saat ini sedang mengalami kehancuran finansial."
Pernyataan itu sebagian benar. Perang telah membuat lebih dari satu juta warga Iran kehilangan pekerjaan, infrastruktur negara hancur, dan nilai mata uang Iran anjlok. Namun, pemerintah otoriter di Teheran merespons dengan menaikkan upah, mensubsidi kebutuhan pokok, dan memberikan bantuan tunai kepada masyarakat miskin. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan di tengah tekanan Washington.
Pencabutan Sanksi dan Dampaknya
Beberapa minggu setelah perang dimulai, mantan Presiden Donald Trump memutuskan untuk sementara mencabut sanksi terhadap 140 juta barel minyak Iran yang menunggu di laut. Keputusan ini memberikan rezim Iran keuntungan sebesar $14 miliar, yang digunakan untuk memperkuat posisi mereka.
"Mereka telah mendapatkan sekitar $14 miliar," kata Moulton, sebelum dipotong oleh Pegseth.
Pegseth kemudian berusaha membela kebijakan tersebut dengan mengatakan, "Mereka saat ini berada dalam posisi di mana, antara blokade dan tindakan militer yang kami lakukan, ingat mereka tidak memiliki Angkatan Laut sehingga tidak bisa menandingi blokade."
Moulton melanjutkan, "Baiklah. Berapa banyak rudal China yang bisa mereka beli dengan $14 miliar? Apakah itu terdengar seperti kemenangan?"
Pegseth menjawab dengan suara pelan, "Mereka tidak—kami memastikan mereka tidak bisa membeli rudal China."
Kekacauan dalam Narasi Pemerintah
Pegseth juga membuat kesalahan dalam pertukaran dengan anggota Kongres Adam Smith. Ia secara tidak sengaja membocorkan bahwa pejabat AS pernah berbohong kepada publik pada tahun lalu mengenai penghancuran total fasilitas nuklir Iran dalam Operasi Midnight Hammer.
"Fasilitas nuklir mereka telah hancur sepenuhnya, termasuk yang bawah tanah—" ujar Pegseth.
Smith memotong, "Wah, wah, wah! Anda baru saja mengatakan bahwa kami harus memulai perang ini karena senjata nuklir Iran merupakan ancaman yang mendesak. Sekarang Anda mengatakan semuanya telah hancur total?"
Pegseth menjawab, "Mereka tidak pernah meninggalkan ambisi nuklir mereka."
Smith menyimpulkan, "Jadi Operasi Midnight Hammer tidak mencapai apa-apa dan membuat kami kembali ke titik semula. Bahkan, kami harus memulai perang."
Kondisi Iran yang Semakin Parah
Meskipun ekonomi Iran mengalami keruntuhan akibat perang, rezim di Teheran tetap mampu bertahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Sementara itu, pemerintah AS terus berupaya menekan Iran melalui berbagai cara, namun hasilnya masih dipertanyakan.