Kenaikan Premi Medigap Mencapai 45%, Konsumen Kebingungan
John Jaggi, seorang broker asuransi berpengalaman dari Illinois, mengaku belum pernah menyaksikan kenaikan premi sebesar ini dalam 49 tahun kariernya. Pada Agustus tahun lalu, lebih dari 80 nasabahnya yang mengikuti Medicare supplemental plan dari Chubb tiba-tiba dikenai kenaikan premi sebesar 45%.
"Dalam 49 tahun saya sebagai broker, saya belum pernah melihat kenaikan premi diberlakukan secara tiba-tiba untuk semua nasabah, bukan pada saat perpanjangan polis," ujar Jaggi. Ia pun terpaksa mencarikan opsi yang lebih terjangkau bagi para kliennya.
Medigap, Perlindungan yang Semakin Mahal
Asuransi Medigap, atau Medicare supplemental insurance, dirancang untuk menutupi biaya yang tidak ditanggung oleh Medicare tradisional, seperti deductible dan copayment. Tanpa perlindungan ini, konsumen berisiko menanggung biaya kesehatan yang sangat tinggi jika mengalami sakit serius.
Saat ini, lebih dari 12 juta orang—sekitar 43% pengguna Medicare tradisional—memiliki polis Medigap. Sisanya mengandalkan jaminan kesehatan dari pemberi kerja atau alternatif lain. Namun, sekitar 13% pengguna Medicare tradisional tidak memiliki asuransi tambahan, sehingga mereka sangat rentan terhadap beban biaya tak terduga.
Kenaikan Premi Menjadi Tren Baru
Kenaikan premi sebesar 45% memang tidak biasa, tetapi kenaikan dua digit pada polis Medigap kini semakin sering terjadi. Menurut data dari firma konsultan Telos Actuarial, pada awal 2026, beberapa perusahaan asuransi besar seperti Aetna, Blue Cross Blue Shield, Cigna, Humana, Mutual of Omaha, dan UnitedHealthcare mengajukan kenaikan premi untuk polis Plan G—jenis Medigap yang paling banyak dibeli—dengan kisaran 12% hingga 26%.
"Meskipun data ini hanya mencakup beberapa negara bagian, ini menunjukkan bahwa perusahaan asuransi berusaha menyesuaikan premi akibat tekanan klaim yang meningkat," jelas Brett Mushett, aktuaris konsultan dari Telos.
Contoh Kenaikan Premi di Beberapa Negara Bagian
- Ohio: Kenaikan premi Medigap yang sebelumnya hanya 3-5% per tahun kini melonjak menjadi 10-15%.
- Alaska: Premera Blue Cross menaikkan premi Plan G hampir 12% untuk tahun ini. Sementara itu, perusahaan asuransi lain bahkan menaikkan tarif hingga hampir 13%.
Contohnya, seorang wanita berusia 65 tahun yang pada tahun lalu membayar $172 per bulan untuk polis Plan G, kini harus membayar $192 per bulan.
Dampak bagi Konsumen dan Masa Depan Medigap
Kenaikan premi yang tajam ini memaksa konsumen untuk mencari opsi yang lebih terjangkau. Namun, dengan terbatasnya pilihan, banyak yang terpaksa tetap mempertahankan polis meskipun harganya melonjak.
Menurut Amanda Brewton, pemilik Medicare Answers Now, kenaikan premi yang semakin agresif ini menjadi tantangan besar bagi para broker dan konsumen. "Dulu, kenaikan premi hanya 3-5% per tahun. Sekarang, kenaikan 10-15% sudah biasa," katanya.
Sementara itu, perusahaan asuransi seperti Premera Blue Cross beralasan bahwa kenaikan premi disebabkan oleh perubahan pada deductible dan copayment yang ditetapkan oleh Medicare setiap tahun.
Apa yang Bisa Dilakukan Konsumen?
Para ahli menyarankan konsumen untuk:
- Membandingkan polis: Cek apakah ada opsi Medigap lain dengan premi lebih rendah.
- Memanfaatkan program bantuan: Beberapa negara bagian menawarkan bantuan finansial bagi lansia berpenghasilan rendah.
- Menggunakan jaminan dari pemberi kerja: Jika masih aktif bekerja, tanyakan apakah perusahaan menyediakan asuransi kesehatan lanjutan.
- Meninjau ulang kebutuhan: Pertimbangkan apakah polis Medigap masih sesuai dengan kondisi kesehatan dan keuangan saat ini.