Insiden tembak yang terjadi saat acara White House Correspondents' Dinner (WHCD) pada Sabtu (26/4) menimbulkan banyak pertanyaan. Spekulasi dan teori konspirasi tersebar di media sosial. Meski publik belum mendapatkan jawaban lengkap, Donald Trump akhirnya mengklarifikasi satu hal yang menjadi perdebatan: mengapa Secret Service lebih dulu mengamankan Wakil Presiden JD Vance sebelum mengevakuasi dirinya.
Dalam wawancara eksklusif dengan 60 Minutes yang disiarkan Minggu (27/4), Trump mengaku bahwa ia lah yang menyebabkan keterlambatan tersebut. "Saya tidak memudahkan mereka," kata Trump kepada pewawancara Norah O’Donnell. "Saya ingin melihat apa yang terjadi."
Trump menjelaskan bahwa dirinya dikelilingi oleh tim keamanan yang kompeten. Namun, ia mengakui bahwa tindakannya membuat proses evakuasi menjadi lebih lambat. "Saya terus mengatakan kepada mereka, 'Tunggu sebentar'," ujarnya. "Saat itu, ketika terlihat seperti Anda akan turun, Anda menyuruh mereka untuk menunggu?" tanya O’Donnell.
Trump menjawab, "Begini yang terjadi: Saya mulai berjalan bersama mereka, lalu berbalik arah. Mereka bilang, 'Tolong turun, tolong turun ke lantai.' Jadi, saya turun, begitu juga Ibu Pertama." Ia melanjutkan, "Mereka meminta kami untuk merangkak keluar?"
"Hampir begitu," jawab Trump. "Saya berdiri dan berbalik ke arah sebaliknya, lalu mulai berjalan keluar. Agak membungkuk karena tidak ingin terlihat terlalu tinggi, tapi saya tetap berjalan. Sekitar setengah jalan, mereka bilang, 'Tolong turun ke lantai, tolong turun ke lantai.' Lalu, saya dan Ibu Pertama turun."
Presiden Trump mengakui bahwa dirinya tidak memudahkan Secret Service saat insiden tembak terjadi. Ia ingin melihat situasi secara langsung, meskipun tindakannya dinilai memperlambat proses evakuasi. Wawancara ini disiarkan dalam program 60 Minutes pada 27 April 2026.
"Saya tidak memudahkan mereka. Saya ingin melihat apa yang terjadi." — Donald Trump kepada Norah O’Donnell, 60 Minutes
Insiden tembak ini merupakan upaya pembunuhan ketiga terhadap Trump dan yang pertama terjadi selama masa jabatan keduanya. Dua upaya pembunuhan lainnya terjadi saat ia masih menjadi kandidat presiden pada 2024, termasuk saat ia bermain golf di Trump International Golf Club Florida dan saat pidato kampanye di Butler, Pennsylvania, di mana peluru sempat mengenai telinganya.
Pelaku yang ditangkap, Cole Tomas Allen, berusia 31 tahun dan merupakan seorang guru asal Torrance, California. Ia ditangkap di tempat kejadian setelah mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa senjata api, senapan, dan beberapa pisau. Menurut D.C. Metropolitan Police Department, Allen tidak berhasil masuk ke ruang ballroom tempat acara berlangsung.
Dalam manifesto yang ditinggalkan, Allen mengungkapkan niatnya untuk menargetkan pejabat pemerintahan Trump. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat senior AS kepada CBS News.