Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran dalam 24 jam terakhir berjalan dengan baik. Ia optimis kesepakatan damai dapat tercapai dalam beberapa hari mendatang.
Gedung Putih kini menunggu respons resmi dari Iran atas Nota Kesepahaman (MOU) satu halaman yang diajukan untuk mengakhiri perang dan menetapkan kerangka kerja bagi negosiasi nuklir yang lebih rinci. Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh Axios.
Para pejabat AS memperkirakan respons dari Teheran akan datang dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan. "Kami sudah dekat, tetapi belum ada kesepakatan," ujar seorang pejabat AS kepada media.
Namun, tidak semua pihak di pemerintahan AS memiliki pandangan yang sama. Beberapa pejabat menunjukkan skeptisisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan.
Situasi Terkini dan Target Waktu
Gedung Putih menargetkan tercapainya terobosan diplomatik sebelum kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan berakhir pada Jumat depan. Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, Trump mengancam akan mempertimbangkan kembali tindakan militer.
"Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai. Dan sayangnya, intensitasnya akan jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tulis Trump di akun Truth Social pada Rabu (18/9/2024).
Isi Kerangka Kesepakatan
MOU satu halaman yang tengah dinegosiasikan melibatkan utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, serta pejabat Iran secara langsung maupun melalui mediator. Beberapa poin utama dalam kesepakatan tersebut antara lain:
- Iran setuju untuk menghentikan sementara pengayaan nuklir;
- AS setuju untuk mencabut sanksi dan membebaskan dana Iran yang dibekukan senilai miliaran dolar;
- Kedua belah pihak sepakat untuk melonggarkan pembatasan di Selat Hormuz.
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya masih meninjau proposal tersebut dan belum memberikan respons kepada mediator dari Pakistan.
Proses Negosiasi yang Rumit
Proses komunikasi dengan Iran berjalan lambat karena setiap pesan harus melalui Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang saat ini bersembunyi untuk alasan keamanan.
Pernyataan Trump dan Reaksi Israel
Trump tetap menunjukkan sikap optimis meskipun jadwal negosiasi yang diumumkan sebelumnya tampak tidak pasti. "Kami berurusan dengan pihak yang sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump dalam acara di Gedung Putih.
Ia juga menyatakan kepada wartawan Fox News, Bret Baier, bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam waktu satu minggu. Namun, saat berbicara kepada media di Oval Office, Trump menyatakan tidak memiliki tenggat waktu yang ketat.
Pejabat AS sebelumnya juga pernah menunjukkan optimisme serupa pada tahap-tahap awal perang dan putaran negosiasi sebelumnya, namun hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa negaranya memiliki koordinasi penuh dengan AS terkait negosiasi tersebut. "Tidak ada kejutan di antara kami. Kami memiliki tujuan yang sama, yaitu menghilangkan seluruh material yang diperkaya dari Iran dan membongkar kapasitas pengayaan nuklirnya," ujar Netanyahu dalam pernyataan resmi.
Netanyahu menambahkan bahwa Trump yakin dapat mencapai tujuan tersebut "dengan satu cara atau cara lainnya" dan telah memerintahkan militer Israel untuk bersiap jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.