Upaya pemerintahan Presiden Donald Trump dan Partai Republik untuk melemahkan Undang-Undang Spesies Terancam (Endangered Species Act/ESA) mengalami kemunduran signifikan. Salah satu langkah paling agresif dalam upaya ini baru-baru ini gagal di tingkat kongres.
Ketua DPR Amerika Serikat secara mendadak membatalkan pemungutan suara yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/4) dalam rangka Hari Bumi. Rencana tersebut bertujuan untuk mengukuhkan secara hukum berbagai langkah Trump yang melemahkan perlindungan spesies terancam. Beberapa anggota parlemen, terutama dari daerah-daerah yang bergantung pada pariwisata di sepanjang Teluk Meksiko, menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap rancangan undang-undang tersebut.
Penolakan dari dalam partai disebut-sebut sebagai salah satu faktor utama kegagalan rencana ini. Salah satu anggota kongres yang vokal menentang adalah Rep. Anna Paulina Luna (R-Fla.), yang menulis di media sosial pada Senin (21/4):
“Don’t tread on my turtles. Protected means protected.”
Pernyataan tersebut menggarisbawahi penolakan keras terhadap upaya melemahkan perlindungan spesies, khususnya penyu, yang menjadi simbol penting bagi ekosistem dan pariwisata lokal.
ESA sendiri merupakan undang-undang konservasi utama di Amerika Serikat yang telah melindungi ratusan spesies sejak diberlakukan pada tahun 1973. Upaya pemerintahan Trump untuk melemahkan undang-undang ini menuai kritik luas dari kalangan aktivis lingkungan, ilmuwan, dan bahkan beberapa anggota Partai Republik.