Pemegang Saham Warner Bros. Setujui Merger dengan Paramount

Dalam rapat khusus pada Kamis (21/3), pemegang saham Warner Bros. Discovery (WBD) secara resmi menyetujui merger senilai $110 miliar dengan Paramount Global. Hasil voting sementara menunjukkan mayoritas suara mendukung transaksi ini, meskipun hasil final akan diumumkan melalui filing 8-K di kemudian hari.

Berdasarkan data pemegang saham per 20 Maret, WBD memiliki 2,51 miliar saham yang beredar. Setiap pemegang saham WBD akan menerima $31 per saham secara tunai, premium sebesar 147% dari harga saham biasa yang tidak terpengaruh ($12,54 per saham).

Sumber Pendanaan dan Struktur Transaksi

Transaksi ini didanai melalui kombinasi modal dan utang, dengan rincian sebagai berikut:

  • $47 miliar berasal dari penerbitan saham baru, termasuk kontribusi dari tiga dana kekayaan negara Timur Tengah dan LionTree Investment Fund. Investor ini tidak akan memiliki kursi dewan atau hak suara dalam perusahaan.
  • Pendanaan ekuitas ini didukung oleh keluarga Ellison dan RedBird Capital Partners.
  • $54 miliar lainnya berasal dari komitmen utang yang disediakan oleh Bank of America, Citigroup, dan Apollo.

Jadwal dan Risiko Keterlambatan

Merger diharapkan selesai pada kuartal ketiga 2024, dengan kemungkinan percepatan hingga Juli jika semua persyaratan regulasi terpenuhi. Namun, jika penutupan tertunda hingga 30 September, WBD akan membayar 25 sen per saham kepada pemegang saham sebagai kompensasi keterlambatan per kuartal.

Jika merger gagal total karena hambatan regulasi, Paramount berjanji membayar denda terminasi sebesar $7 miliar kepada WBD.

Dampak dan Harapan ke Depan

Eksekutif kedua perusahaan menyatakan optimisme terhadap merger ini, yang diharapkan dapat menciptakan entitas media global yang lebih kompetitif. Meskipun demikian, persetujuan akhir masih bergantung pada tinjauan dari otoritas antimonopoli.

"Kami sangat senang dengan dukungan pemegang saham terhadap visi strategis ini. Merger ini akan memperkuat posisi kami di industri hiburan global," ujar seorang eksekutif WBD yang tidak disebutkan namanya.

Sumber: The Wrap