Para pejabat kesehatan mengumumkan bahwa 18 warga Amerika telah dievakuasi dari kapal pesiar ekspedisi di Atlantik setelah terjadi wabah hantavirus yang mematikan. Dua di antaranya saat ini dirawat di unit isolasi khusus dengan alasan kehati-hatian.

Satu orang dinyatakan positif hantavirus, sementara yang lainnya menunjukkan gejala ringan. Evakuasi dilakukan oleh Departemen Luar Negeri AS dari Pulau Tenerife, Spanyol, pada 10 Mei 2024.

Enam belas orang dirawat di ASPR Regional Emerging Special Pathogen Treatment Center di Omaha, Nebraska, sedangkan dua lainnya dirawat di fasilitas serupa di Atlanta, Georgia. Mereka merupakan bagian dari ratusan penumpang yang dipantau setelah wabah terdeteksi di kapal berbendera Belanda, m/v Hondius.

Kapal Pesiar Tercatat sebagai Sumber Wabah

Kapal pesiar m/v Hondius berangkat dari Argentina selatan pada 1 April dengan sekitar 150 penumpang dan awak. Dalam waktu 11 hari, seorang pria berusia 70 tahun meninggal setelah mengalami demam, sakit kepala, dan nyeri perut. Setelah beberapa penumpang lainnya jatuh sakit, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kapal tersebut sebagai sumber wabah hantavirus.

Hingga 12 Mei 2024, WHO mencatat 11 kasus hantavirus yang dikonfirmasi, termasuk tiga kematian—sepasang suami-istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Semua penumpang yang tersisa telah turun dari kapal dan sedang dalam proses repatriasi ke negara asal masing-masing, menurut pernyataan terbaru dari Oceanwide Expeditions, operator kapal.

Risiko Penularan Luas Sangat Rendah

Kekhawatiran akan penularan hantavirus antar-manusia menjadi sorotan utama, meski para ahli menekankan bahwa risiko pandemi serupa COVID-19 sangat rendah. Virus Andes, yang langka namun didokumentasikan, diduga menjadi penyebab wabah di kapal tersebut.

"Kami sebenarnya dalam kondisi yang sangat baik. Bukan hal yang mengherankan jika muncul lebih banyak kasus suspek. Itu justru menunjukkan proses pemantauan berjalan dengan baik dan identifikasi kasus dilakukan secara efektif," ujar Dr. Lina Moses, ahli epidemiologi dan ekologi penyakit dari Tulane University, yang mengkhususkan diri dalam penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat.

Bagaimana Hantavirus Menular?

Hantavirus umumnya ditularkan melalui kontak dengan urine atau kotoran tikus dan mencit yang terinfeksi. Virus ini dapat bertahan dalam debu dan puing-puing, dan infeksi terjadi ketika debu tersebut terhirup. Meskipun demikian, penularan antar-manusia—seperti yang diduga terjadi di kapal m/v Hondius—merupakan fenomena yang sangat jarang.

Para ahli menekankan bahwa risiko penularan luas di masyarakat tetap rendah karena hantavirus tidak menyebar melalui udara seperti virus pernapasan. Langkah-langkah pencegahan utama meliputi menghindari kontak dengan hewan pengerat, membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi dengan disinfektan, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti anjuran dari otoritas kesehatan setempat jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Sumber: Healthline