Seorang anggota DPR Amerika Serikat yang selama ini aktif menyelidiki penggunaan spyware komersial oleh pemerintah federal mendesak Kementerian Perdagangan untuk memberikan keterangan kepada Kongres. Kekhawatiran muncul menyusul kemungkinan pemerintahan Trump semakin mendukung teknologi tersebut.

Rep. Summer Lee, anggota DPR dari Partai Demokrat asal Pennsylvania, mengirim surat kepada Kementerian Perdagangan pada Kamis (12/9) untuk meminta briefing mengenai perkembangan terkini. Hal ini terkait pengakuan ICE (Imigrasi dan Bea Cukai) yang menggunakan spyware Graphite milik Paragon, serta pembelian saham mayoritas NSO Group oleh perusahaan Amerika Serikat.

NSO Group sebelumnya disanksi oleh pemerintahan Presiden Joe Biden akibat dugaan penyalahgunaan spyware-nya, termasuk untuk memata-matai pejabat pemerintah, aktivis, dan jurnalis. Lee menyoroti potensi pemerintahan Trump yang lebih terbuka terhadap penggunaan spyware komersial untuk menyusup ke ponsel warga dan mengizinkan investasi AS di perusahaan spyware yang disanksi, seperti NSO Group.

Dalam suratnya kepada Menteri Perdagangan Howard Lutnick, Lee menulis, "Pemerintahan Trump tampaknya sangat menerima penggunaan spyware komersial untuk menyusup ke ponsel dan mengizinkan investasi AS di perusahaan spyware yang disanksi seperti NSO Group."

David Friedman, Ketua Eksekutif Baru NSO Group, adalah mantan Duta Besar AS untuk Israel di bawah pemerintahan Trump serta pengacaranya dalam kasus kebangkrutan. Pada November lalu, Friedman menyatakan bahwa pemerintahan Trump diperkirakan akan "menerima" teknologi NSO Group.

Permintaan Informasi dan Kekhawatiran atas Penyalahgunaan

Lee, yang duduk di Komite Oversight dan Reformasi serta menjadi Ketua Demokrat Subkomite Penegakan Hukum Federal, meminta Kementerian Perdagangan untuk memberikan briefing kepada staf komite mengenai:

  • Diskusi internal di dalam kementerian terkait penggunaan spyware;
  • Komunikasi Kementerian Perdagangan dengan Gedung Putih;
  • Pembicaraan dengan pihak luar, termasuk Friedman, mengenai penggunaan teknologi NSO Group atau spyware komersial lainnya oleh pemerintah;
  • Investasi AS di NSO Group.

Lee menekankan bahwa NSO Group tampaknya memandang pemerintahan Trump sebagai pihak yang mendukung kepentingannya di AS. Perusahaan ini bahkan mempromosikan diri sebagai alat vital bagi pemerintah AS untuk menjaga keamanan nasional. Dalam dokumen pengadilan, NSO Group menyatakan bahwa "dapat diperkirakan bahwa lembaga penegak hukum atau intelijen AS akan menggunakan Pegasus."

Sejarah Sanksi dan Investasi Baru

Meskipun pemerintahan Biden memberlakukan sanksi terhadap NSO Group dan perusahaan ini mengalami kekalahan hukum dalam kasus melawan Meta, hal tersebut tidak menghentikan ambisi NSO Group. Sebelum pembelian saham mayoritas oleh perusahaan investasi AS pada musim gugur lalu, Kementerian Perdagangan di bawah pemerintahan Trump sempat menolak upaya untuk mencabut sanksi terhadap NSO Group.

Namun, investasi senilai puluhan juta dolar AS tersebut, yang terjadi setelah Israel menggunakan Pegasus untuk melacak korban penculikan dan pembunuhan oleh Hamas, menjadi angin segar bagi NSO Group. Perusahaan ini tetap menyatakan bahwa produknya dirancang khusus untuk membantu penegak hukum dan intelijen dalam memerangi terorisme dan kejahatan.

Sumber: CyberScoop