Bermain bukanlah aktivitas yang hanya untuk anak-anak. Menurut Piera Gelardi, seorang wirausaha kreatif dan pendiri perusahaan kesejahteraan kreatif NoomaLooma, bermain adalah cara untuk membuka kreativitas, koneksi, dan kebahagiaan dalam setiap momen kehidupan. Dalam bukunya yang baru terbit, The Playful Way: Creativity, Connection, and Joy Through Everyday Moments of Play, Gelardi membagikan lima prinsip utama untuk menerapkan semangat bermain dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Mengapa Bermain Itu Penting?

Bagi Gelardi, bermain bukanlah pilihan mudah. Ia menegaskan bahwa bermain membutuhkan keberanian untuk tampil apa adanya, mengambil risiko terlihat konyol, dan mencoba hal-hal baru yang mungkin tidak berhasil. Dalam dunia yang menuntut performa dan kesempurnaan, memilih untuk bermain adalah tindakan kecil yang berani untuk merasakan hidup lebih bermakna.

Lima Prinsip Bermain yang Dapat Menerangi Hidup

1. Tekanan Membatasi. Bermain Membuka.

Ketika menghadapi tantangan, manusia cenderung memilih jalur yang menekan: tegang, mencoba mengendalikan segalanya, dan memaksakan solusi. Namun, Gelardi menawarkan alternatif yang berbeda: jalur bermain. Pendekatan ini mengedepankan rasa ingin tahu, kelenturan, dan keterbukaan.

Bayangkan situasi terakhir kali Anda merasa terjebak—baik itu dalam memecahkan masalah, menghadapi percakapan sulit, atau mengambil keputusan besar. Semakin banyak tekanan yang Anda berikan, semakin sempit pemikiran Anda. Itu bukan kegagalan pribadi, melainkan dampak alami dari tekanan. Sebaliknya, bermain membuka pikiran. Misalnya, ketika seseorang melontarkan lelucon dalam rapat yang tegang, suasana pun berubah. Atau ketika pertanyaan tak terduga muncul, membuka kemungkinan baru yang sebelumnya tak terlihat.

Jalur bermain mengarahkan kita pada sikap penasaran daripada kontrol, keterbukaan daripada paksaan, dan kelenturan daripada kekakuan.

2. Bermain Membuat Keseriusan Lebih Ringan

Sejak kecil, banyak dari kita diajarkan untuk bersikap serius, fokus, dan dewasa. Bermain dianggap hanya untuk anak-anak, akhir pekan, atau setelah pekerjaan selesai. Ketika Gelardi mendirikan Refinery29 dan mulai merekrut lebih banyak profesional korporat, ia menyembunyikan sisi bermain dirinya. Ia berpikir bahwa untuk dianggap serius sebagai pemimpin, ia harus menghilangkan sifat-sifat yang penuh rasa ingin tahu, tak kenal takut, dan imajinatif—seolah sifat-sifat itu tidak layak ada dalam dunia bisnis.

Namun, pendekatan ini justru membuatnya tercekik. Dari luar, kariernya terlihat cemerlang, tetapi di dalam, ia merasa hampa. Malam-malam ia menghabiskan waktu di lantai apartemen, menangis dan membuat daftar kegagalan yang dirasakannya. Ia terlalu banyak bekerja dan terlalu sedikit bermain—hingga akhirnya kehabisan energi dan semangat.

Menghilangkan bermain tidak membuatnya lebih profesional. Justru, ia kehilangan ketahanan, perspektif, kegembiraan dalam pekerjaan, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan dengan kreativitas. Ketika ia kembali membuka diri terhadap bermain—baik di kantor, dalam kepemimpinan, maupun dalam hidup—ia menemukan kembali dirinya.

3. Bermain Membangun Koneksi yang Lebih Dalam

Bermain bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Dalam lingkungan kerja yang semakin terfragmentasi, bermain dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang lebih otentik. Misalnya, aktivitas sederhana seperti permainan meja atau diskusi informal dapat memecah hambatan dan menciptakan ikatan yang lebih kuat.

Gelardi menekankan bahwa bermain membantu kita melihat orang lain sebagai manusia, bukan sekadar rekan kerja. Dengan bermain, kita membuka ruang untuk empati, kolaborasi, dan kepercayaan.

4. Bermain Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas sering kali muncul ketika kita keluar dari zona nyaman. Bermain mendorong kita untuk bereksperimen, gagal, dan belajar tanpa takut dihakimi. Dalam lingkungan kerja yang kompetitif, tekanan untuk selalu benar dapat menghambat inovasi. Sebaliknya, bermain memungkinkan kita untuk mencoba hal-hal baru tanpa beban.

Gelardi berbagi pengalamannya ketika memimpin NoomaLooma. Dengan menciptakan budaya bermain di tempat kerja, timnya merasa lebih bebas untuk berinovasi. Mereka tidak takut untuk mencoba ide-ide yang dianggap 'gila' sekalipun, karena tahu bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.

5. Bermain Membawa Kembali Kesenangan dalam Hidup

Kehidupan modern sering kali terasa berat dan penuh tuntutan. Bermain adalah cara untuk mengingatkan diri bahwa hidup juga seharusnya menyenangkan. Gelardi menekankan bahwa bermain bukanlah hal yang sia-sia—melainkan kebutuhan dasar manusia untuk merasa hidup.

Dengan kembali bermain, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga kualitas hidup secara keseluruhan. Bermain membantu kita untuk tetap terhubung dengan diri sendiri dan orang lain, serta menemukan kembali kegembiraan dalam hal-hal sederhana.

"Bermain adalah tindakan kecil yang berani untuk merasakan hidup lebih bermakna. Ketika kita membiarkan diri untuk bermain, kita tidak hanya menemukan kembali diri kita, tetapi juga dunia di sekitar kita."

Mulai Bermain Hari Ini

Gelardi menawarkan beberapa tips sederhana untuk mulai menerapkan prinsip bermain dalam kehidupan sehari-hari:

  • Luangkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan: Entah itu melukis, bermain musik, atau sekadar jalan-jalan tanpa tujuan, lakukan sesuatu yang membuat Anda merasa hidup.
  • Jangan takut untuk terlihat konyol: Bermain sering kali melibatkan mengambil risiko untuk terlihat tidak sempurna. Ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses.
  • Ciptakan lingkungan yang mendukung bermain: Jika Anda seorang pemimpin, dorong tim Anda untuk bereksperimen dan berinovasi tanpa takut dihakimi.
  • Bermainlah dengan orang lain: Aktivitas kelompok seperti permainan papan atau olahraga dapat memperkuat ikatan dan meningkatkan kolaborasi.
  • Jadilah penasaran: Tanyakan pertanyaan yang tidak terduga, eksplorasi ide-ide baru, dan biarkan diri Anda terkejut.

Bermain bukanlah tentang menghindari tanggung jawab atau bersikap kekanak-kanakan. Bermain adalah tentang menemukan kembali semangat hidup, koneksi, dan kreativitas yang mungkin telah lama terpendam. Seperti yang dikatakan Gelardi, "Bermain adalah tindakan kecil yang berani untuk merasakan hidup lebih bermakna."