Delta Air Lines mengumumkan penghapusan layanan makanan dan minuman pada ratusan penerbangan jarak pendek di bawah 350 mil. Kebijakan baru ini mulai berlaku pada 19 Mei 2026, menyasar sekitar 450 penerbangan harian yang sebelumnya menyediakan layanan Express Service.

Sebelumnya, Express Service menyediakan air, teh, kopi, dan dua pilihan camilan untuk penumpang pada penerbangan berjarak 250 hingga 500 mil. Kini, Delta mengubah kebijakannya dengan menghapus layanan tersebut sepenuhnya pada penerbangan di bawah 350 mil. Sebaliknya, penerbangan di atas 350 mil akan tetap mendapatkan layanan penuh, sementara penerbangan di bawah 250 mil sudah tidak menyediakan layanan sejak lama.

Delta menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih konsisten di seluruh jaringan penerbangannya. "Meskipun beberapa penerbangan tidak lagi menyediakan layanan minuman, kru kami tetap siap membantu dan melayani penumpang dengan baik," ujar perwakilan Delta dalam pernyataan resmi kepada Fast Company.

Dari total penerbangan harian Delta, hanya 9% yang terkena dampak perubahan ini. Penerbangan yang terpengaruh memiliki durasi kurang dari satu jam. Delta juga mengungkapkan alasan operasional di balik keputusan ini: dengan durasi penerbangan yang singkat, kru hanya memiliki waktu terbatas—sekitar 15 menit—untuk melayani semua penumpang. Menghapus layanan makanan dan minuman memungkinkan kru untuk lebih fokus pada keselamatan dan kebutuhan penumpang.

Kebijakan Delta ini berbeda dengan maskapai besar lainnya di AS. United Airlines memulai layanan pada penerbangan di atas 300 mil, sementara American Airlines memulainya pada 250 mil. Selain itu, penumpang kelas satu Delta tetap akan mendapatkan layanan makanan dan minuman tanpa terkecuali.

Di sisi lain, perubahan ini juga membawa dampak positif. Sekitar 14% penerbangan harian Delta yang berjarak 350 hingga 500 mil kini mendapatkan peningkatan layanan dari Express Service menjadi Full Service.

Reaksi Publik Terbelah

Respon masyarakat terhadap keputusan Delta terbagi. Beberapa berpendapat bahwa layanan makanan dan minuman pada penerbangan singkat memang tidak diperlukan.

"Layanan di pesawat itu merepotkan. Saya tidak butuh kue atau jus apel. Kita hanya butuh efisiensi,"
tulis salah satu pengguna media sosial.

Namun, tidak sedikit juga yang menilai perubahan ini sebagai langkah yang tidak ramah konsumen, terutama di tengah meningkatnya biaya bahan bakar dan harga tiket pesawat yang melonjak hingga 24% sejak awal 2026. Kondisi ini semakin menekan industri penerbangan yang tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk penutupan mendadak Spirit Airlines beberapa waktu lalu.

Delta menegaskan bahwa meskipun perubahan ini terlihat sebagai upaya penghematan, tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan layanan yang lebih baik bagi penumpang.