Dokumenter 'Finding Satoshi' Hadirkan Bukti Baru

Dokumenter berjudul Finding Satoshi yang tayang pada Rabu (hari ini) mengungkap dugaan identitas Satoshi Nakamoto, pencipta Bitcoin yang misterius. Setelah empat tahun penelitian dan puluhan wawancara, film dokumenter ini menyatakan bahwa Bitcoin tidak diciptakan oleh satu orang, melainkan dua: Hal Finney dan Len Sassaman, yang keduanya telah meninggal dunia.

Menurut penulis dokumenter ini, tidak ada bukti langsung yang ditemukan. Namun, pendekatan yang digunakan lebih sistematis dengan menghubungkan titik-titik yang selama ini terabaikan sejak Bitcoin pertama kali diluncurkan pada 2009.

Metode Investigasi yang Digunakan

Film dokumenter ini mengikuti penyelidikan selama empat tahun oleh penulis buku laris William Cohan dan detektif swasta Tyler Maroney. Mereka memulai dengan menyelidiki enam tokoh cypherpunk yang dianggap sebagai kandidat utama:

  • Adam Back
  • Nick Szabo
  • Hal Finney
  • Len Sassaman
  • Paul Le Roux
  • Wei Dai

Mereka menggunakan kombinasi ilmu data, analisis linguistik, dan kesaksian ahli untuk meneliti pola digital Satoshi. Alyssa Blackburn, seorang ilmuwan data di Baylor College of Medicine, menganalisis kapan Satoshi aktif menulis, menambang Bitcoin, dan berhenti beraktivitas.

Hasilnya, hanya Finney dan Sassaman yang sesuai dengan pola tersebut. Blackburn menyatakan bahwa mustahil jika Adam Back, Nick Szabo, atau Wei Dai adalah Satoshi berdasarkan analisis ini.

Klaim Sebelumnya tentang Satoshi Nakamoto

Ini bukan pertama kalinya Len Sassaman disebut sebagai Satoshi. Sebelum dokumenter Money Electric: The Bitcoin Mystery (2024) tayang, banyak taruhan di Polymarket yang menunjukkannya sebagai kandidat utama. Namun, janda Sassaman, Meredith Patterson, membantah klaim tersebut dengan tegas.

Dokumenter HBO tersebut malah menyebut Peter Todd sebagai pencipta Bitcoin, yang dibantah oleh Todd sendiri. Baru-baru ini, jurnalis investigasi John Carreyrou—yang terkenal karena kasus penipuan Theranos—juga menulis artikel yang menyebut Adam Back sebagai kemungkinan Satoshi. Back sendiri telah berulang kali menyangkal klaim tersebut.

Hal Finney: Otak di Balik Kode Bitcoin?

Dokumenter ini menyebut Hal Finney sebagai sosok yang berperan besar dalam pengembangan kode Bitcoin. Finney adalah orang pertama yang menerima Bitcoin langsung dari Satoshi pada Januari 2009. Beberapa tahun sebelumnya, ia juga menciptakan Reusable Proof of Work (RPOW), yang dianggap sebagai pendahulu Bitcoin, meski tidak disebutkan dalam whitepaper Bitcoin.

Beberapa pihak sempat meragukan Finney karena tidak dikenal ahli dalam bahasa pemrograman C++, yang digunakan dalam pengembangan Bitcoin. Namun, Will Price, mantan atasan Finney di PGP Corp., membantah anggapan tersebut. "Bagi seorang insinyur seperti Hal, belajar C++ bukanlah hal yang sulit," ujar Price.

Mengapa Temuan Ini Lebih Meyakinkan?

Berbeda dengan dokumenter atau artikel sebelumnya yang sering kali mencari sensasi, Finding Satoshi tidak hanya mengandalkan klaim tanpa bukti. Film ini menyajikan analisis data yang lebih mendalam dan menghubungkan fakta-fakta yang selama ini terabaikan.

Meskipun tidak ada bukti fisik yang ditemukan, pola digital yang konsisten antara Finney dan Sassaman membuat klaim ini lebih kuat dibandingkan dugaan-dugaan sebelumnya. Apakah ini akhirnya jawaban yang selama ini dicari? Hanya waktu yang akan membuktikannya.

"Selama ini, Satoshi selalu terasa seperti hantu yang tidak akan pernah terungkap. Tapi kali ini, semuanya terasa berbeda."

Sumber: DL News