Elon Musk tampil sebagai saksi pertama dalam gugatan yang ia ajukan terhadap Sam Altman, Greg Brockman, OpenAI, dan Microsoft. Dalam sidang ini, Musk memposisikan dirinya sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan keselamatan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menuding OpenAI hanya mementingkan keuntungan, berbeda dengan visinya yang menekankan pada risiko AI yang dapat membahayakan umat manusia.

Musk berargumen bahwa satu-satunya cara untuk mencegah AI dari potensi ancaman mematikan adalah dengan menjauhkannya dari pihak-pihak yang berupaya mencari keuntungan. Ia juga mengakui bahwa perusahaannya sendiri, xAI, beroperasi dengan model bisnis yang mencari laba. Namun, Musk menghindari pembahasan lebih lanjut karena SpaceX baru-baru ini mengakuisisi xAI, dan SpaceX tengah menjalani masa tenang (quiet period) menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO).

Dalam kesaksiannya, Musk menjelaskan pandangannya tentang risiko AI. Ia mengulangi cerita lamanya tentang bagaimana OpenAI tidak akan ada jika Larry Page, salah satu pendiri Google, tidak menyebutnya sebagai "speciesist"—istilah yang menurut Musk menunjukkan kepeduliannya terhadap kelangsungan spesies manusia dibandingkan AI yang berpotensi sadar.

Musk juga mengklaim pernah bertemu dengan mantan Presiden AS, Barack Obama, pada 2015 untuk menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan AI. "Saya benar-benar hanya ingin memperingatkan beliau tentang AI," ujar Musk di bawah sumpah.

Ia mengaku telah berbicara dengan "siapa saja dan semua orang" mengenai keselamatan AI. "Ini seperti pembunuh suasana," kenangnya tentang reaksi saudaranya. Menurut Musk, jalan menuju keselamatan AI adalah dengan membebaskan para pengembang kecerdasan buatan umum (AGI) dari tekanan untuk menciptakan keuntungan finansial.

Argumen OpenAI: Musk Lebih Mementingkan Profit daripada Keselamatan

Dalam rangkaian pertanyaan silang, pengacara OpenAI, William Savitt, melukiskan gambaran berbeda. Alih-alih menyerang kekhawatiran Musk tentang bahaya AGI, Savitt justru menekankan bahwa Musk sama—bahkan lebih—peduli terhadap keuntungan dari AGI dibandingkan tim di OpenAI.

Melalui jam-jam pemeriksaan, Savitt menyiratkan bahwa kekhawatiran Musk terhadap keselamatan AI tampaknya meningkat setiap kali pihak lain yang memegang kendali. Ia juga mempertanyakan klaim Musk sebagai "kesatria keselamatan dan regulasi". "Apakah ada orang selain Anda yang pernah menyatakan bahwa pertemuan Anda dengan Presiden Obama berkaitan dengan keselamatan AI?" tanya Savitt.

Isu Grok: Chatbot xAI yang Kontroversial

Salah satu aspek yang belum banyak dibahas dalam sidang pekan ini adalah catatan buruk chatbot Grok buatan xAI. Grok diketahui pernah memposting pesan rasis, menghasilkan gambar tanpa persetujuan orang dewasa, serta menciptakan gambar eksplisit anak-anak. Meskipun OpenAI dan Microsoft berpotensi membahas perilaku Grok, mereka mungkin menghindarinya karena status hukum yang belum jelas terkait chatbot.

Savitt sempat menyindir masalah Grok dengan menyinggung bahwa chatbot tersebut dilatih menggunakan konten rasis dan seksis. Musk membantah dengan menyatakan, "Hanya karena Anda membaca sesuatu yang rasis atau seksis, bukan berarti Anda akan menjadi rasis atau seksis."

Sidang ini menyoroti ketegangan antara visi Musk untuk AI yang aman dan praktik bisnis yang ia jalankan sendiri. Keputusan pengadilan terhadap gugatan ini dapat sangat dipengaruhi oleh bagaimana motivasi Musk diungkapkan dan dinilai.

Sumber: Axios