Konsumen di Amerika Serikat kemungkinan besar harus menunggu hingga pertengahan 2027 untuk melihat harga bensin kembali ke level sebelum perang, meskipun kesepakatan damai AS-Iran tercapai. Prediksi ini didasarkan pada analisis pasar yang menunjukkan pemulihan harga yang lambat akibat dampak jangka panjang dari konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok minyak global.

Penyebab Keterlambatan Pemulihan Harga BBM

Menurut Patrick De Haan, Kepala Analis Minyak dari GasBuddy, meskipun Selat Hormuz dibuka dalam waktu dekat, harga bensin hanya akan turun sekitar sepertiga dari kenaikan akibat perang dalam waktu satu hingga tiga bulan. "Sekitar sepertiga berikutnya mungkin memakan waktu tiga hingga enam bulan, dan harga akhirnya kembali ke level sebelum perang diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan 2027," jelasnya melalui email.

Faktor Utama yang Memperlambat Pemulihan

Pemulihan harga bensin tidak hanya bergantung pada pembukaan Selat Hormuz, tetapi juga pada beberapa faktor lain:

  • Keterlambatan pemulihan produksi minyak: Produsen minyak di kawasan Teluk Persia telah menurunkan produksi akibat terputusnya rute ekspor. Memulihkan produksi hingga level sebelum perang membutuhkan waktu berbulan-bulan.
  • Pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz: Menurut Rob Smith, Analis Bahan Bakar Senior dari S&P Global Energy, bahkan jika konflik militer benar-benar berakhir, dibutuhkan beberapa bulan sebelum lalu lintas di Selat Hormuz kembali ke level sebelum perang.
  • Dinamika pasar yang tidak seimbang: Meskipun harga minyak mentah turun minggu ini akibat perkembangan positif menuju kesepakatan damai, stasiun pengisian bahan bakar masih menjual stok dengan harga tinggi yang mereka beli sebelumnya. Hal ini menciptakan fenomena "roket dan bulu" — harga naik dengan cepat saat biaya naik, tetapi turun secara perlahan saat biaya turun.

Skenario Optimistis dan Dampak Jangka Panjang

Rystad Energy dalam catatannya menyebutkan bahwa pembukaan Selat Hormuz secara bertahap selama 30 hari merupakan "skenario optimistis". Pemulihan volume minyak yang signifikan diperkirakan baru terjadi paling cepat pada Juni 2024. Sementara itu, konsultan Eurasia Group memperingatkan bahwa ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz tetap ada, meskipun kemampuan militernya telah berkurang.

"Setelah berhasil menunjukkan ancamannya sekali, Iran kini dapat secara kredibel mengancam untuk menutup Selat Hormuz di masa depan. Meskipun kemampuan militernya telah berkurang, Iran hanya membutuhkan sedikit upaya untuk mencegah kapal-kapal pengangkut minyak melintasi selat tersebut," tulis Gregory Brew dari Eurasia Group dalam esai terbaru di Foreign Affairs.

Salah satu rekomendasinya adalah agar lembaga keuangan pembangunan AS mendukung perluasan jaringan pipa untuk menghindari Selat Hormuz.

Harga BBM Saat Ini dan Prediksi Masa Depan

Data dari AAA menunjukkan bahwa harga rata-rata bensin reguler di AS pada Rabu kemarin mencapai $4,54 per galon, naik signifikan dibandingkan harga sebelum perang yang berada di bawah $3 per galon. Meskipun ada harapan pemulihan dalam beberapa bulan mendatang, sebagian besar analis sepakat bahwa harga tidak akan kembali ke level sebelum perang dalam waktu dekat.

Dengan demikian, konsumen di AS harus bersiap menghadapi harga bensin yang relatif tinggi setidaknya hingga pertengahan 2027, terlepas dari apakah kesepakatan damai AS-Iran tercapai atau tidak.

Sumber: Axios