James Comey, mantan Direktur FBI, menyoroti dampak pemerintahan Donald Trump terhadap Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat. Menurutnya, campur tangan Trump telah membuat publik tidak lagi percaya pada legitimasi investigasi atau tuntutan pidana yang dikeluarkan DOJ.
"Saat ini, asumsi default adalah bahwa setiap tindakan resmi DOJ hanya untuk melayani kepentingan Trump, baik untuk validasi, kekuasaan, atau balas dendam," ujar Comey dalam sebuah wawancara.
Comey juga mengkritik tindakan Jaksa Agung Sementara Todd Blanche, yang menurutnya bertindak layaknya seorang mafia dengan menunjukkan sikap partisan secara terbuka. "Blanche bahkan terlihat melanggar hukum," tambahnya.
Di sisi lain, FBI yang dipimpin Kash Patel mengalami penyusutan staf, penurunan moral, dan ketidakfokusan. Hal ini membuat Comey khawatir akan keselamatan negara. Ia juga menyoroti meningkatnya investigasi terhadap jurnalis yang memberitakan berita yang tidak disukai pemerintahan.
Dalam kesempatan terpisah, Comey meluncurkan novel thriller barunya berjudul Red Verdict. Ia juga akan hadir dalam acara Bulwark Live: San Diego pada 20 Mei bersama Walikota San Diego, Todd Gloria, dan pakar budaya MAGA, Will Sommer. Acara ini akan membahas berbagai isu politik terkini.
Acara serupa juga akan digelar di Los Angeles pada 21 Mei dengan menghadirkan Jane Coaston, Jon Favreau, Erin Ryan, Van Lathan, dan Brian Tyler Cohen. Para hadirin dapat mendaftar melalui TheBulwark.com/Events.
Podcast The Bulwark dengan pembawa acara Tim Miller tersedia di berbagai platform, termasuk YouTube, setiap hari kerja. Versi bebas iklan eksklusif hanya untuk anggota Bulwark+.