Film 'Over Your Dead Body', yang kini tayang di bioskop, mungkin terdengar familiar bagi penggemar film genre internasional. Ceritanya sederhana: sepasang kekasih (diperankan Jason Segel dan Samara Weaving) yang sudah tidak tahan satu sama lain memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan terakhir mereka di pondok di tepi danau. Namun, tanpa saling tahu, keduanya merencanakan untuk membunuh satu sama lain. Konflik pun memanas ketika dua narapidana yang melarikan diri (Timothy Olyphant dan Keith Jardine) serta sipir penjara (Juliette Lewis) tiba-tiba muncul, mengubah situasi menjadi perpaduan tegang antara komedi gelap dan aksi yang menegangkan.
Film ini merupakan remake dari film Norwegia berjudul 'The Trip' karya sutradara Tommy Wirkola, yang juga tersedia di Netflix. Bagi Jorma Taccone, sutradara remake ini, keputusan untuk meremake film yang ia cintai bukanlah hal mudah. Ia mengakui, "Ini benar-benar film yang sama. Bagi saya, itu menakutkan, terutama jika Anda menyukai versi aslinya. Kami ingin tetap setia pada aslinya. Sebenarnya, itu bukan sesuatu yang ingin saya lakukan."
Taccone melanjutkan, "Tapi saya tidak bisa melewatkan fakta bahwa saya sangat menyukai versi aslinya. Saya akan mengatakan, versi aslinya lebih gelap secara emosional. Anda mencoba mencari cara untuk ... saya bahkan tidak ingin mengatakan 'memperbaiki' ... tetapi memberikan sentuhan Anda sendiri. Saya selalu berusaha untuk tidak mengubah sesuatu hanya demi perubahan."
Salah satu perubahan utama yang ia lakukan adalah membuat karakter terasa lebih 'layak diselamatkan', meskipun kata itu sendiri terdengar seperti penilaian. "Saya benar-benar ingin Anda merasa di akhir bahwa Anda menginginkan mereka tetap bersama dan mencapainya dengan cara yang berbeda. Ini lebih tentang nada daripada isi," jelas Taccone. Perubahan nada ini membuat film sedikit kurang gelap secara emosional, tetapi tetap mempertahankan ketegangan yang kuat.
Taccone juga menekankan bahwa ia tidak ingin membuat versi Amerika yang kehilangan esensi aslinya. Ia berargumen bahwa versi barunya justru lebih keras dan memiliki struktur yang kompleks: "Hampir seperti tiga film dalam satu — thriller suspense, home invasion, dan film aksi." Tantangannya adalah menggabungkan ketiga genre tersebut tanpa kehilangan kohesivitas cerita.
Menurutnya, humor menjadi perekat utama dalam film ini. Ia mendorong batasan humor tanpa merusak dunia yang telah ia bangun dengan cermat. "Saya ingin semua adegan memiliki bobot emosional yang nyata dan terasa menyatu," ujarnya. Ia juga merasa terhormat ketika Wirkola, sutradara asli, memberikan restu atas karyanya. "Dia sangat bangga dengan film ini. Rasanya sangat berarti bagi saya," pungkas Taccone.