Misteri Katie yang Terungkap Setelah 8 Tahun
Film Lee Cronin’s The Mummy akhirnya mengungkap nasib Katie, putri sulung keluarga Cannon yang hilang di Mesir delapan tahun lalu. Meski pemasaran film ini menekankan horor supernatural, jawaban atas misteri Katie baru muncul setelah dua jam dalam durasi film 133 menit. Sayangnya, sebagian besar alur cerita justru diisi dengan gambar-gambar mengerikan yang terasa berlebihan.
Keluarga Cannon dan Kembalinya Katie yang Terkutuk
Film ini berfokus pada keluarga Cannon: ayah Charlie (Jack Reynor), ibu Larissa (Laia Costa), dan ketiga anak mereka. Setelah Katie (Emily Mitchell dan Natalie Grace) ditemukan hidup dalam keadaan terperangkap dalam sarkofagus, keluarga tersebut membawanya pulang ke New Mexico. Namun, alih-alih pulih, kondisi Katie justru semakin memburuk. Rasa busuk menyebar ke seluruh rumah, menginfeksi anak-anak lainnya dan memicu kekacauan mengerikan.
Charlie, yang berusaha mencari jawaban, menemukan bahwa perban yang membungkus tubuh Katie memiliki simbol-simbol kuno. Simbol tersebut merujuk pada Nasmaranian, sebuah iblis Mesir kuno yang dikenal sebagai penghancur keluarga. Penyelidikannya membawa dia pada Profesor Bixler (Mark Mitchinson), yang menjelaskan bahwa ritual kuno telah mengikat iblis tersebut dalam tubuh Katie.
Hubungan dengan Kasus di Mesir
Delapan tahun sebelumnya, detektif Dalia Zaki (May Calamawy) pernah menangani kasus hilangnya Katie di Kairo. Berkat kode Morse yang dikirimkan Katie saat sadar sesaat, Zaki menemukan Layla Khalil (May Elghety), yang terhubung dengan kultus pimpinan seorang wanita misterius bernama Magician (Hayat Kamille).
Sebuah rekaman VHS menunjukkan ritual mengerikan di mana Katie dipaksa menjadi wadah hidup bagi Nasmaranian. Magician meyakini bahwa tubuh muda lebih cocok untuk menampung iblis daripada tubuh dewasa.
The Mummy atau Sekadar Tiruan Evil Dead?
Meskipun memiliki banyak unsur lore Mesir, film ini terasa tidak terlalu memperhatikan detail cerita. Alur di Mesir terasa lambat, dan fokus utama justru pada unsur-unsur horor yang mirip dengan Evil Dead Rise (2023). Penampilan Calamawy yang menarik serta visual yang rapi tidak cukup untuk menyelamatkan film ini dari kesan bertele-tele dan kurangnya kedalaman cerita.
Kesimpulan: Film Horor yang Kurang Tuntas
Lee Cronin’s The Mummy akhirnya memberikan jawaban atas misteri Katie, tetapi sayangnya, jawaban tersebut datang terlalu terlambat. Sebagian besar penonton mungkin meninggalkan bioskop dengan perasaan kecewa karena alur cerita yang lambat, unsur Mesir yang minim, dan terlalu banyaknya adegan mengerikan tanpa makna yang jelas. Apakah ini benar-benar film mumi atau hanya sekadar tiruan Evil Dead dengan setting Mesir?