Para aktivis progresif yang selama ini mengagumi Senator Bernie Sanders kini menemukan sosok baru yang mengejutkan: miliarder hedge fund Tom Steyer. Kandidat gubernur California dari Partai Demokrat ini berhasil menarik perhatian kelompok kiri yang selama ini skeptis terhadap pengaruh uang besar dalam politik.

Miliarder dengan Agenda Progresif

Steyer bukan satu-satunya tokoh kaya yang berhasil mendapatkan dukungan dari aktivis progresif. Beberapa politisi lain dengan latar belakang serupa juga mencatatkan prestasi serupa, meskipun dengan pendekatan yang berbeda:

  • JB Pritzker (Gubernur Illinois): Miliarder dari keluarga hotel Hyatt ini dikenal karena kebijakan progresifnya saat menjabat. Ia bahkan disebut-sebut sebagai calon presiden pada 2028.
  • Ro Khanna (Anggota DPR AS): Dengan perkiraan kekayaan bersih sekitar $232,7 juta, Khanna kerap disebut sebagai calon potensial dalam jalur progresif untuk pemilihan presiden 2028.
  • Saikat Chakrabarti: Mantan eksekutif Stripe ini membangun dukungan kiri dalam kampanye untuk menggantikan Nancy Pelosi di Kongres AS.

Dukungan dari Kelompok Kiri

Steyer berhasil meraih dukungan dari Our Revolution (kelompok yang didirikan oleh pendukung Sanders pada 2016) dan California Nurses Association (organisasi yang memperjuangkan sistem layanan kesehatan tunggal). Bahkan, cabang Democratic Socialists of America di California menyebut Steyer sebagai "calon gubernur paling progresif" dan menyarankan pendukungnya untuk tidak memilih calon yang lebih ekstrem sebagai bentuk protes.

Meskipun demikian, keberhasilan Steyer dalam menarik dukungan progresif terasa kontradiktif. Ia telah menghabiskan lebih dari $132 juta dari kantong pribadinya untuk iklan politik di media massa. Hal ini menimbulkan pertanyaan: bagaimana seorang miliarder bisa diterima oleh kelompok yang selama ini memusuhi pengaruh uang besar dalam politik?

Sejarah Politik dan Pengaruh Uang

Pengaruh miliarder dalam politik bukanlah fenomena baru. Sejak era Franklin D. Roosevelt, tokoh-tokoh kaya telah memainkan peran penting dalam pemerintahan AS. Namun, tren saat ini menarik perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap oligarki dan pengaruh megadonor dalam pemilu.

Gerakan seperti "Fighting Oligarchy" yang digagas oleh Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez menunjukkan ketidakpuasan terhadap dominasi uang dalam politik. Meskipun demikian, para aktivis progresif tetap optimis bahwa kandidat-kandidat kaya seperti Steyer akan lebih berpihak kepada kepentingan rakyat dibandingkan dengan kelompok bisnis tradisional.

"Kami melihat Steyer sebagai calon yang paling progresif di antara kandidat yang layak. Dukungan kami bukan tanpa alasan, melainkan karena komitmennya terhadap perubahan nyata," ujar seorang juru bicara Democratic Socialists of America.

Sumber: Vox