Bitcoin tengah diuji di level $80.000 minggu ini, tetapi perhatian pasar justru tertuju pada pasar obligasi AS. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun AS yang terkompresi dalam rentang sempit selama April menjadi indikator kunci yang berpotensi menentukan arah pergerakan Bitcoin, terlepas dari faktor-faktor spesifik kripto.
Selama periode 1 hingga 24 April 2025, imbal hasil obligasi 10 tahun AS bergerak dalam rentang sempit 4,26% hingga 4,35%, menutup pada 4,31% pada 24 April berdasarkan data FRED. Kompresi ini merupakan yang terketat sejak pertengahan Januari, menandakan potensi pergerakan tajam yang dapat melepaskan energi pasar yang tersimpan.
Analisis teknikal dari Reuters menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi saat ini berada dalam pola segitiga simetris yang sering kali mendahului pergerakan harga yang signifikan. Sementara itu, komoditas dan ketegangan geopolitik turut memengaruhi ekspektasi inflasi, yang pada gilirannya berdampak pada arah imbal hasil obligasi di luar kendali The Fed.
Jadwal Makro Ekonomi yang Padat
Sejumlah data ekonomi penting akan dirilis dalam waktu singkat, yang berpotensi memicu pergerakan signifikan di pasar obligasi. Pertemuan FOMC pada 28-29 April, rilis data PDB kuartal pertama, serta data Personal Income, Outlays, dan PCE deflator pada 30 April, menjadi momen krusial yang dapat mengubah kondisi likuiditas yang saat ini menjadi sandaran pergerakan Bitcoin.
Jika obligasi pemerintah AS memilih arah sebelum asumsi likuiditas saat ini diuji, pasar obligasi berpotensi mendorong pergerakan Bitcoin secara independen, tanpa keterkaitan dengan katalis spesifik kripto.
Aliran Dana Institusional ke Kripto Meningkat
Meskipun Bitcoin tengah menghadapi tekanan di level $80.000, aliran dana institusional ke produk investasi kripto terus meningkat. Laporan mingguan CoinShares mencatat arus masuk sebesar $1,2 miliar ke produk investasi kripto, dengan $933 juta dialokasikan ke Bitcoin. Ini merupakan minggu keempat berturut-turut dengan arus masuk positif dan minggu ketiga berturut-turut di atas $1 miliar. Total aset yang dikelola juga naik menjadi $155 miliar.
Data harian Farside Investors menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot AS mencatat sembilan sesi positif berturut-turut dari 14 hingga 24 April, dengan total arus masuk lebih dari $2 miliar. Namun, risikonya adalah investor mungkin kembali masuk sebelum pasar obligasi menentukan arahnya.
Pelajaran dari Krisis Pasca-FOMC Maret
Pada 23 Maret 2025, laporan CoinShares mencatat perlambatan tajam dalam arus masuk dana ke produk kripto, bahkan terjadi arus keluar sebesar $405 juta setelah pasar menilai pertemuan FOMC sebagai jeda yang hawkish. Saat itu, permintaan terhadap Bitcoin terlihat nyata, namun pergeseran makro tetap mendominasi pergerakan harga. Episode ini menjadi pengingat bahwa pergerakan Bitcoin sangat rentan terhadap perubahan kondisi makroekonomi, terlepas dari fundamental kripto itu sendiri.
Saat ini, Bitcoin tengah mendekati ujian krusial di level $80.000. Jika pasar obligasi AS memutuskan untuk bergerak menjelang pengumuman kebijakan The Fed dan data ekonomi penting, Bitcoin berpotensi mengalami volatilitas yang tidak terduga, terlepas dari dinamika internal pasar kripto.