Ribuan Pesanan 'T1 Phone' Trump Tak Terkirim, Uang Muka Hilang

Penggemar setia Donald Trump kembali merasa tertipu. Lebih dari 590.000 orang yang memesan T1 Phone, ponsel bermerek Trump, pada musim panas 2024 hingga kini belum menerima perangkatnya. Para pembeli hanya diminta membayar uang muka sebesar $100, dengan janji pengiriman pada September 2024. Namun, delapan bulan kemudian, tidak ada tanda-tanda ponsel tersebut akan sampai.

Keterlambatan Tanpa Solusi

Situs resmi Trump Mobile tidak lagi mencantumkan tanggal rilis yang jelas. Ketika NBC News mencoba memesan satu unit untuk keperluan pelacakan, mereka justru dihadapkan pada berbagai penundaan dan alasan dari layanan pelanggan Trump Mobile. Upaya untuk meminta pengembalian dana juga gagal dilakukan oleh media lain seperti Popular Information.

"600.000 orang memesan ponsel Trump, membayar uang muka $100, tapi tidak pernah mendapatkannya. Jadi, di mana uang $60 juta Donnie?"

— Pengguna X dengan akun @MAGACultSlayer

Janji Produksi AS yang Tak Terpenuhi

Awalnya, Donald Trump Jr. menjanjikan bahwa T1 Phone akan diproduksi di Amerika Serikat. Ia bahkan menyebutkan pentingnya membawa kembali manufaktur ke negeri Paman Sam. Namun, dalam hitungan minggu setelah peluncuran situs, klaim tersebut hilang dari deskripsi produk.

Alih-alih produksi lokal, Trump Mobile hanya menyatakan ponsel tersebut "dirancang dengan nilai-nilai Amerika" dan "dibuat oleh tangan-tangan Amerika"—janji pemasaran yang samar dan tidak jelas maknanya.

Spesifikasi yang Berubah-ubah

Selain janji produksi AS, sejumlah spesifikasi teknis juga mengalami perubahan drastis. Ukuran layar yang semula diiklankan 6,78 inci berubah menjadi 6,25 inci. Spesifikasi RAM yang awalnya disebutkan 12GB juga tiba-tiba hilang dari halaman produk. Perubahan ini menambah daftar kekecewaan penggemar yang telah menunggu selama berbulan-bulan.

Situs Masih Terima Pesanan Baru, Meski Produk Tak Jelas

Ironisnya, meski ribuan pesanan lama belum terpenuhi, situs Trump Mobile masih menerima pendaftaran baru. Hal ini menunjukkan bahwa strategi bisnis Trump dalam menjual produk bermerek ini masih berlanjut, meski tanpa transparansi yang memadai.

Kegagalan T1 Phone ini menjadi bagian dari rangkaian kontroversi yang melibatkan produk-produk Trump, termasuk janji-janji yang tidak ditepati dan ketidakjelasan dalam pengelolaan bisnis. Para penggemar yang telah membayar uang muka kini hanya bisa menunggu kabar, tanpa kepastian kapan—atau apakah—mereka akan menerima ponsel yang dijanjikan.