Steak ‘n Shake Menunjuk Pejabat Baru untuk Mendorong Nutrisi dan Kesehatan

Steak ‘n Shake, jaringan fast casual burger dengan 391 gerai di seluruh AS, baru-baru ini mengumumkan penunjukan Michael Boes, mantan penasihat senior di Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) pemerintahan Trump, sebagai Chief MAHA Officer pertama mereka.

Boes sebelumnya turut membentuk piramida makanan pemerintahan Trump yang dirilis awal tahun ini. Piramida tersebut menjadi bagian dari inisiatif MAHA (Make America Healthy Again), sayap kesehatan dari gerakan MAGA yang dipimpin oleh Robert F. Kennedy Jr.

MAHA: Antara Nutrisi dan Kontroversi

MAHA mengusung prinsip-prinsip yang kontroversial, di mana bukti anekdot dianggap lebih penting daripada konsensus ilmiah. Gerakan ini juga dikenal karena promosi produk-produk seperti peptida, susu mentah, dan nikotin, serta dukungan terhadap lemak hewani, termasuk yang digunakan dalam kentang goreng Steak ‘n Shake yang dimasak dengan lemak sapi (beef tallow).

Perusahaan ini percaya bahwa langkah ini akan membedakannya dari kompetitor di industri fast food. Sardar Biglari, CEO Biglari Holdings yang memiliki Steak ‘n Shake, menyatakan:

«Penunjukan Chief MAHA Officer ini menunjukkan komitmen kami untuk menjadikan Steak ‘n Shake sebagai pilihan unggulan dalam fast food. Makanan yang enak juga harus baik untuk kesehatan.»

Piramida Makanan Baru: Kontroversi dan Kritik

Pada Januari 2024, pemerintahan Trump meluncurkan piramida makanan baru yang didukung oleh MAHA. Piramida ini menempatkan produk hewani dan buah-buahan di bagian atas, sementara biji-bijian utuh berada di bagian bawah—terbalik dari piramida gizi tradisional.

Robert F. Kennedy Jr., dalam wawancara di Fox News tahun lalu, memuji resep kentang goreng Steak ‘n Shake yang dimasak dengan lemak sapi:

«Steak ‘n Shake menghubungi kami, dan banyak orang menyukai kentang goreng ini.»

Namun, piramida makanan baru ini menuai kritik karena dianggap lebih bersifat politis daripada edukatif. Para ahli gizi menyoroti bahwa meskipun protein penting, konsumsi lemak jenuh berlebihan—seperti yang terkandung dalam kentang goreng berlemak—masih dikaitkan dengan risiko kesehatan oleh American Heart Association.

Strategi Bisnis atau Gerakan Politik?

Steak ‘n Shake tampaknya memanfaatkan hubungan erat dengan pemerintahan Trump untuk menarik perhatian pasar. Di halaman utama situs mereka, logo perusahaan menampilkan ikon bitcoin dan kentang goreng dengan lemak sapi, serta video wawancara Kennedy yang memuji resep mereka.

Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak ragu untuk terlibat dalam isu-isu politik demi keuntungan bisnis. Sementara banyak perusahaan menghindari keterkaitan dengan politik, Steak ‘n Shake justru menjadikannya sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Dampak terhadap Industri Fast Food

Dengan penunjukan ini, Steak ‘n Shake berharap dapat menarik konsumen yang peduli dengan kesehatan dan transparansi bahan. Namun, apakah langkah ini akan berhasil atau justru menimbulkan kontroversi lebih lanjut, masih menjadi pertanyaan.

Satu hal yang pasti: industri fast food kini semakin terpolarisasi antara tren kesehatan dan preferensi konsumen terhadap makanan cepat saji yang lezat.