Rekor Jumlah Ilmuwan Calon Legislatif di AS

Jumlah ilmuwan profesional yang mencalonkan diri dalam pemilu tengah tahunan AS tahun ini mencapai rekor tertinggi. Menurut Nature, lebih banyak ilmuwan AS yang maju sebagai calon legislatif negara bagian maupun federal dibandingkan pemilu sebelumnya. Mereka tersebar di berbagai partai politik, namun sebagian besar terafiliasi dengan Partai Demokrat.

Organisasi Pendukung: 314 Action

Organisasi nirlaba 314 Action yang fokus mendukung calon legislatif dengan latar belakang sains kini menerima hampir tiga kali lipat jumlah pendaftar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka menyediakan dukungan finansial dan pelatihan bagi para calon yang memenuhi syarat.

Motivasi di Balik Pencalonan

Para ilmuwan yang mencalonkan diri memiliki beragam alasan. Banyak yang termotivasi oleh pemotongan anggaran dan program sains federal, seperti hibah penelitian dan dukungan terhadap lembaga sains. Sementara itu, calon dari Partai Republik seperti Jeff Wilson yang mencalonkan diri di distrik ke-13 Illinois, lebih menekankan pada pencapaian kemandirian energi.

Beberapa calon juga berasal dari partai ketiga atau bahkan mencalonkan diri di tingkat lokal. Dorongan utama mereka adalah kebutuhan untuk menempatkan sains lebih sentral dalam kebijakan publik, terutama setelah kebijakan yang dianggap melemahkan perlindungan lingkungan dan sains, seperti pencabutan Endangerment Finding dan rencana pembubaran National Center for Atmospheric Research.

Trend yang Berkelanjutan

Peningkatan jumlah ilmuwan calon legislatif bukan fenomena baru. Pada pemilu 2024, lebih dari 200 profesional STEM mencalonkan diri, sebagaimana dilaporkan Eos pada Oktober 2024.

"Banyak orang percaya bahwa sains dapat membantu kita hidup lebih baik, dan sains harus menjadi prioritas utama dalam pembuatan kebijakan publik," ujar Jess Phoenix, seorang ahli vulkanologi dan mantan calon legislatif dari Partai Demokrat.

Dukungan Publik terhadap Sains Menurun

Meskipun demikian, kepercayaan publik terhadap ilmuwan mengalami penurunan sejak pandemi COVID-19. Survei Pew Research menunjukkan bahwa hanya 77% warga AS yang memiliki kepercayaan tinggi atau sedang terhadap ilmuwan pada Januari 2025. Angka ini meningkat tipis sejak 2023, namun masih di bawah tingkat kepercayaan sebelum pandemi.

Sejak Presiden Trump menjabat pada 2025, lebih dari 10.000 ilmuwan dengan gelar PhD meninggalkan lembaga federal, menurut laporan Science pada Januari 2025. Hal ini semakin memperkuat argumen para ilmuwan yang mencalonkan diri untuk mempertahankan peran sains dalam pemerintahan.

Sambutan terhadap Kandidat Ilmuwan

Sam Wang, seorang ahli saraf dari Universitas Princeton dan Direktur Princeton Gerrymandering Project, mencalonkan diri untuk mewakili distrik kongres ke-12 New Jersey. Dalam opini yang dimuat di The Daily Princetonian, ia menulis:

"Biasanya, ilmuwan fokus pada bidang keahliannya masing-masing. Namun, saya sangat prihatin dengan ketimpangan pembagian kekuasaan dalam masyarakat. Oleh karena itu, saya menggunakan kemampuan statistik saya untuk memperbaiki satu aspek demokrasi: pemilu yang adil."

Dampak terhadap Kebijakan Publik

Ribuan orang turut serta dalam aksi Stand Up for Science pada Maret 2025 untuk memprotes penggunaan sains yang salah dalam kebijakan federal serta pemotongan anggaran dan staf di lembaga-lembaga sains. Aksi ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap peran ilmuwan dalam pemerintahan.

Dengan meningkatnya jumlah ilmuwan yang mencalonkan diri, diharapkan kebijakan publik di masa depan dapat lebih didasarkan pada bukti ilmiah dan data yang akurat.