Setelah merilis Saros, permainan terbaru dari Housemarque, dua pengulas game berpengalaman, Gita Jackson dan Chris Person, langsung terpikat. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam bermain game ini sejak dirilis. Dalam sesi diskusi, keduanya membahas berbagai pengaruh film dan sastra yang membentuk suasana permainan, sistem yang saling bertumpuk, serta peran Rahul Kohli dalam proyek ini.
Pengalaman Bermain dan Harapan yang Terpenuhi
Gita Jackson membuka pembicaraan dengan menyatakan bahwa dirinya sangat antusias bermain Saros. "Permainan ini tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi saya, tapi justru itulah yang saya inginkan," ujarnya. Gita, yang sebelumnya gemar bermain Returnal, merasa Saros berhasil memberikan pengalaman yang berbeda namun tetap memuaskan. "Saya masih mencoba memahami perasaan saya terhadap permainan ini," tambahnya.
Chris Person, yang juga penggemar karya Housemarque, mengaku sangat menikmati permainan ini. "Saya menyukai semua permainan Housemarque, mulai dari Resogun hingga Super Stardust HD. Mereka memang ahli dalam menciptakan permainan dengan fokus pada objek berbentuk bola," katanya. Setelah menyelesaikan permainan, Chris mengaku puas dengan hasil kerja studio tersebut.
Sistem Permainan yang Kompleks dan Menantang
Saros menawarkan sistem permainan yang sangat kompleks, dengan berbagai mekanisme yang saling terkait. Gita mengungkapkan bahwa permainan ini mulai terasa menantang ketika sistem-sistem baru diperkenalkan secara cepat. "Permainan ini mirip dengan Returnal, tapi jauh lebih fleksibel dan ramah pemain," ujarnya.
Salah satu fitur menarik dalam Saros adalah artefak yang dapat "terkorupsi". Artefak ini memberikan keuntungan sekaligus kerugian, seperti meningkatkan kerusakan jatuh atau mengurangi mata uang saat terkena serangan. "Saya baru saja sampai pada titik di mana artefak ini bisa mendapatkan 'volatilitas'," kata Gita. Ia juga memuji Housemarque atas pilihan nama-nama unik dalam permainan, seperti Command, Integrity, dan Drive yang dapat berubah menjadi Arrogance, Ignorance, dan Negligence saat terkorupsi.
Chris menambahkan, "Banyak desainer hanya menggunakan nama-nama umum seperti 'Kekuatan' atau 'Kecerdasan'. Itu terlalu biasa. Housemarque berani menggunakan nama yang lebih abstrak dan menarik untuk dieksplorasi."
Atmosfer Kegilaan dan Narasi yang Sederhana
Secara cerita, Saros mengisahkan tentang awak kapal paramiliter dari sebuah korporasi besar yang mendarat di planet Carcosa untuk mencari sisa-sisa kapal koloni yang hilang. Sayangnya, semua orang di kapal tersebut akhirnya menjadi gila. "Itu benar-benar kekacauan korporat," kata Gita. "Mereka mengirim satu kapal, lalu satu lagi, dan satu lagi untuk memastikan, baru kemudian mengirim pasukan Enforcer."
Meskipun narasi cerita tidak terlalu mendalam, suasana yang tercipta dalam permainan sangat kuat. Gita menyukai detail kecil seperti efek visual saat pemain terkena banyak orb yang terkorupsi, yaitu munculnya sayap kecil yang terlihat seperti resin lengket di bahu karakter. "Itu detail yang sangat keren," ujarnya.
Kesimpulan: Permainan yang Menantang dan Memuaskan
Baik Gita maupun Chris sepakat bahwa Saros adalah permainan yang menantang namun sangat memuaskan. Dengan sistem yang kompleks, narasi yang sederhana namun efektif, serta atmosfer yang kuat, permainan ini berhasil menarik perhatian para pemain. Bagi penggemar permainan Housemarque atau mereka yang mencari pengalaman baru dalam genre roguelike, Saros layak untuk dicoba.