Situs Nasional Today Diduga Menjiplak Konten Media Lain Tanpa Kredit

Sebuah media daring bernama National Today diduga menjalankan praktik jurnalisme tidak etis dengan menjiplak konten media lain dalam skala besar. Laporan terbaru menunjukkan bahwa situs ini secara rutin menerbitkan ulang artikel dari berbagai media ternama tanpa memberikan atribusi atau tautan sumber.

Modus Operandi yang Terbongkar

National Today diketahui menerbitkan artikel yang hampir identik dengan konten asli dalam hitungan jam setelah publikasi. Contohnya, setelah sebuah wawancara eksklusif diterbitkan oleh Futurism, National Today segera menerbitkan versi yang sangat mirip, termasuk menggunakan kutipan langsung dari narasumber tanpa menyebutkan sumber asli.

Praktik serupa juga ditemukan pada pemberitaan tentang Medvi, perusahaan pemasaran obat GLP-1 yang kontroversial. National Today menerbitkan artikel dengan kutipan ahli yang sama persis dengan yang digunakan Futurism, namun tanpa kredit sedikit pun.

Skala Pencurian Konten yang Luar Biasa

Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa National Today menerbitkan ratusan artikel dalam sehari dengan konten yang sebagian besar diambil dari media lain. Jumlah pastinya sulit dihitung, tetapi diperkirakan mencapai lebih dari 300 artikel per hari.

Contoh lainnya adalah artikel tentang Lena Dunham, yang menjiplak kutipan dari tiga wawancara terpisah yang diberikan Dunham kepada The New York Times, Vanity Fair, dan The Guardian. National Today menerbitkan ulang konten tersebut tanpa atribusi apapun.

Dampak terhadap Jurnalisme Asli

Praktik ini tidak hanya merugikan media asli, tetapi juga menyesatkan publik. Seorang reporter dari KTRE, Mellie Valencia, mengungkapkan rasa kecewanya setelah karyanya tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya akibat tumor otak dicuri oleh National Today.

"Ini sangat menyedihkan. Banyak kerja keras yang telah dilakukan untuk meliput cerita ini dan membangun hubungan dengan keluarga korban. Melihat karya kami disalin tanpa izin sungguh menyakitkan," ujar Valencia.

"Saya berharap karena KTRE adalah satu-satunya stasiun yang meliput wilayah ini, masyarakat akan mengunjungi situs kami untuk mendapatkan informasi terbaru," tambahnya.

Upaya Penegakan Etika Jurnalistik

National Today bukan satu-satunya korban praktik ini. Investigasi menunjukkan bahwa situs ini juga menjiplak konten dari surat kabar ternama hingga media lokal di seluruh Amerika Serikat. Para jurnalis yang menjadi korban mengungkapkan kekecewaan mereka atas praktik tidak etis ini.

Masih belum diketahui secara pasti siapa di balik National Today. Namun, dugaan kuat mengarah pada keterlibatan firma PR ternama yang memanfaatkan situs ini untuk menyebarkan konten yang menguntungkan klien mereka.

Tantangan bagi Industri Media

Praktik penjiplakan massal seperti ini mengancam integritas jurnalisme dan kepercayaan publik terhadap media. Para ahli menyerukan perlunya tindakan tegas untuk melindungi karya jurnalistik asli dan menegakkan standar etika jurnalistik yang lebih ketat.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi sumber berita sebelum mempercayai informasi yang diterima. Mengunjungi situs media resmi dan mencari atribusi yang jelas adalah langkah penting untuk melawan praktik jurnalisme tidak etis semacam ini.

Sumber: Futurism