Kerugian Pajak yang Semakin Melonjak

Texas akan kehilangan pendapatan pajak penjualan hingga $3,2 miliar dalam dua tahun ke depan akibat insentif pajak untuk industri data center yang sedang mengalami pertumbuhan pesat. Menurut Kantor Akuntan Publik Texas, angka ini kemungkinan besar masih jauh dari perkiraan karena ledakan pembangunan fasilitas data center baru.

Insentif pajak ini kini menjadi salah satu program subsidi termahal di negara bagian tersebut dan diperkirakan akan segera menjadi yang paling mahal di Amerika Serikat. Legislator Texas, yang akan bersidang pada Januari mendatang, tengah mempertimbangkan usulan untuk membatasi atau bahkan mencabut insentif ini.

Kekhawatiran atas Dampak Ekonomi

Senator Joan Huffman, Ketua Komite Keuangan Senat Texas, menyebutkan bahwa angka kerugian pajak ini sangat mengkhawatirkan dan tidak berkelanjutan. "Angka-angka baru ini sangat mengkhawatirkan, dan saya katakan tidak berkelanjutan," ujarnya dalam wawancara dengan The Texas Tribune. "Saya berencana untuk mengajukan undang-undang untuk mencabut pengecualian ini atau meninjaunya secara mendalam."

Insentif pajak ini pertama kali disahkan lebih dari satu dekade lalu, ketika data center masih relatif kecil dan membutuhkan sumber daya yang lebih sedikit. Pada periode 2014-2022, insentif ini hanya menyebabkan hilangnya pendapatan negara antara $5 juta hingga $30 juta per tahun. Namun, pada tahun 2023, angka tersebut melonjak drastis menjadi lebih dari $150 juta, dan tahun ini Texas telah mengorbankan setidaknya $1,3 miliar—angka yang terus meningkat setiap tahun berdasarkan proyeksi pemerintah.

Dana yang Hilang Bisa Digunakan untuk Program Lain

Dana yang hilang akibat insentif ini dapat digunakan untuk membiayai seluruh program voucher sekolah negara bagian atau bahkan menggandakan dana bencana alam untuk membantu masyarakat lokal seperti di Kabupaten Kerr mencegah banjir. Selain itu, biaya insentif data center ini kini dengan cepat melampaui biaya program pengurangan pajak kontroversial Chapter 313, yang memungkinkan perusahaan manufaktur menghindari pajak properti sekolah lokal sebelum akhirnya dihapuskan tahun lalu karena nilainya mencapai lebih dari $1 miliar per tahun.

Pertumbuhan Data Center yang Tak Terduga

Pertumbuhan data center di Texas bahkan melampaui proyeksi tiga tahun lalu. Pada tahun 2022, Kantor Akuntan Publik memperkirakan insentif ini hanya bernilai sekitar $180 juta dalam anggaran dua tahunan 2027-2028. Namun, pada tahun 2025, proyeksi tersebut direvisi menjadi lebih dari $3 miliar—sebuah refleksi dari ledakan kecerdasan buatan (AI) yang terjadi setelah 2023 dan membutuhkan daya komputasi besar.

Saat ini, Texas memiliki lebih dari 300 data center yang beroperasi, dengan lebih dari 100 proyek tambahan dalam tahap perencanaan atau pembangunan. Setidaknya 142 data center lainnya sedang dalam tahap konstruksi, menjadikan Texas sebagai pemimpin nasional dan mengungguli Virginia, yang memiliki 141 data center dalam pembangunan, menurut analisis dari firma data Aterio.

Berdasarkan laporan tahun 2025, Kantor Akuntan Publik memproyeksikan bahwa pada tahun fiskal 2030, nilai tahunan insentif pajak ini akan mencapai hampir $1,8 miliar—peningkatan sebesar $500 juta dari tahun fiskal saat ini.

Tantangan Infrastruktur dan Masa Depan

Pertumbuhan data center yang begitu cepat juga menimbulkan tekanan pada infrastruktur listrik negara bagian. Artikel terkait membahas bagaimana data center yang membutuhkan daya listrik besar dapat membebani jaringan listrik Texas.

Sumber: Grist