Ketegangan antara Presiden Donald Trump dan komedian Jimmy Kimmel kembali memanas setelah acara Parodi Malam Pers Putih pekan lalu. Serangan terhadap Kimmel dimulai oleh mantan Ibu Negara Melania Trump, kemudian diikuti oleh Trump dan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Senin (28/4).

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis,

"Wow, Jimmy Kimmel, yang sama sekali tidak lucu menurut peringkat televisi buruknya, menampilkan video palsu Ibu Negara Melania dan putra kami, Barron, seolah-olah mereka duduk di studionya mendengarkan ucapannya. Padahal mereka tidak ada di sana dan tidak akan pernah ada. Ia lalu berkata, 'Ibu Negara Melania ada di sini. Lihat Melania, begitu cantik. Ibu Trump, Anda bersinar seperti janda yang menantikan anak.'"

Trump juga menyinggung insiden penembakan yang terjadi sehari setelah acara tersebut, di mana seorang pria bernama Cole Allen diduga berencana menyerang acara Malam Pers dengan membawa senjata api dan pisau. Trump menuding lelucon Kimmel sebagai pemicu tindakan tersebut.

Klaim tanpa bukti

Namun, klaim Trump dan Melania terbukti tidak berdasar. Dalam manifesto yang diduga ditulis Allen, ia menyebutkan motif utama tindakannya adalah ketidaksetujuan terhadap kebijakan Trump, termasuk pemotongan dana untuk Ukraina dan tuduhan terhadap Trump sebagai "pedofil, pemerkosa, dan pengkhianat". Tidak ada kaitan dengan lelucon Kimmel dalam dokumen tersebut.

Leavitt juga turut menyerang Kimmel dengan pernyataan keras.

"Siapa yang waras mengatakan seorang istri akan bersinar karena suaminya berpotensi dibunuh? Saya menyaksikan langsung reaksi Ibu Negara pada Sabtu malam, dan beliau sama sekali tidak seperti itu. Retorika semacam ini terhadap presiden, ibu negara, dan para pendukungnya benar-benar gila dan tidak dapat diterima."

Serangan terhadap Kimmel ini terjadi hanya beberapa hari setelah insiden penembakan di Washington, D.C., yang menewaskan seorang wartawan dan melukai beberapa orang lainnya. Meskipun demikian, tuduhan Trump dan timnya terhadap Kimmel dianggap sebagai upaya politis untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang lebih besar.

Komentar Trump sendiri sebelumnya juga jauh lebih keras dibandingkan lelucon Kimmel. Ia pernah menyebut media sebagai "musuh rakyat" dan mengeluarkan berbagai pernyataan kontroversial yang dinilai lebih berbahaya. Kritik terhadap Kimmel dianggap sebagai bagian dari upaya untuk menekan lawan politik melalui narasi palsu.