Selama bertahun-tahun, jam tangan Audemars Piguet (AP) menjadi simbol kesuksesan bagi sebagian komunitas crypto. Harganya yang melambung tinggi, kelangkaan, dan desain eksklusif menjadikannya sebagai tanda status sosial di kalangan investor crypto yang merasa telah berhasil.
Namun, akhir pekan lalu, AP mengumumkan kolaborasi mengejutkan dengan Swatch—produsen jam tangan kelas menengah—melalui seri "Royal Pop". Keputusan ini menuai protes keras dari para pemilik jam AP, terutama karena jam tangan asli AP, seperti model Royal Oak, dijual dengan harga di atas $30.000, bahkan model langka bisa mencapai enam digit.
Menurut dua pedagang jam yang diwawancarai Protos, keluhan dari pemilik AP "hujan bak air terjun". Bagi mereka, kolaborasi ini dianggap sebagai pukulan keras terhadap citra eksklusivitas AP. AP dan Swatch justru menyebutnya sebagai "kolaborasi disruptif yang memadukan keberanian dan kegembiraan". Dalam bahasa crypto, ini disebut rug pull—sebuah tindakan yang menghancurkan kepercayaan.
Reaksi Komunitas Crypto: Dari Kekecewaan hingga Meme
Komunitas crypto di Twitter langsung memahami dampak dari kolaborasi ini. Salah satu pengguna menulis,
Bayangkan punya Royal Oak, lalu ada orang dengan Swatch datang dan bilang, 'Wah, jammu keren! Aku juga punya satu.' 10/10 untuk influencer crypto lagi-lagi. LMAO.
Pengguna lain menambahkan,
Akhirnya crypto bros bisa punya jam AP. Bahkan yang portofolionya habis atau rugi 96,69%. Terima kasih Swatch.
Seorang veteran NFT dengan lebih dari 277.000 pengikut bahkan berkomentar sarkastis,
Tidak sabar membeli Royal Oak x Swatch hitam untuk pura-pura jadi anak cool di acara crypto berikut.
Dampak terhadap Pasar Jam Tangan Mewah
Kolaborasi AP x Swatch yang akan diluncurkan pada Sabtu, 16 Mei 2025, dengan harga sekitar $500, dinilai sebagai pukulan telak bagi para kolektor. Pasalnya, harga jam tangan AP, khususnya model Royal Oak 15202ST Jumbo, pernah melonjak drastis mengikuti tren pasar crypto.
Menurut data pedagang, pada 2016, harga rata-rata Royal Oak 15202ST Jumbo di pasar sekunder hanya sekitar $21.800. Namun, pada 2021, harganya melonjak hingga $69.000, dan puncaknya pada 2022 mencapai $106.000. Lonjakan ini sejalan dengan puncak pasar crypto pada November 2021, sebelum akhirnya anjlok dua pertiga dalam setahun.
Meski demikian, sebelum kolaborasi ini diumumkan, harga jam AP sudah menunjukkan penurunan. Data dari SwissWatchExpo dan Le Watch Buyers yang dikutip oleh Borro menunjukkan bahwa harga jual kembali jam AP hanya naik 3,4% pada tahun ini. Sementara itu, Patek Philippe naik 16% dan Rolex naik 8%.
Kesimpulan: Eksklusivitas vs. Aksesibilitas
Kolaborasi AP x Swatch ini tidak hanya mengubah persepsi tentang jam tangan mewah, tetapi juga mengguncang pasar kolektor. Bagi sebagian, ini adalah langkah inovatif untuk mendemokratisasi akses ke desain-desain ikonik. Namun, bagi komunitas crypto yang selama ini menjadikan AP sebagai simbol status, ini terasa seperti pengkhianatan.
Apakah ini akhir dari era jam tangan mewah sebagai simbol prestise bagi crypto bros? Atau justru awal dari tren baru di mana eksklusivitas digantikan oleh aksesibilitas? Waktu yang akan menjawabnya.