Bursa Kripto Investigasi Manipulasi Token Rave
Bursa kripto ternama, Binance dan Bitget, mengumumkan bahwa mereka tengah menyelidiki dugaan manipulasi pasar setelah token RaveDAO ambruk hingga 90% akhir pekan lalu. Proyek yang mengklaim sebagai "komunitas global rave terdepan" ini aktif sejak akhir 2023 dan mengorganisir pesta elektronik di konferensi kripto.
Lonjakan dan Runtuhnya Token Rave
Pada awal April, token RaveDAO mengalami kenaikan harga yang sangat tajam tanpa alasan jelas. Pada 18 April, nilainya melonjak hingga 7.000%, sempat menempati peringkat ke-20 aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai $5 miliar.
Namun, dalam waktu kurang dari 48 jam, token ini ambruk secara dramatis, kehilangan sebagian besar nilainya dalam hitungan jam. Kini, banyak pihak mempertanyakan bagaimana proyek yang sebelumnya tidak dikenal bisa melonjak begitu cepat, serta faktor yang menyebabkan keruntuhan ekstrem tersebut.
RaveDAO Tidak Segera Tanggapi Permintaan Komentar
RaveDAO belum memberikan tanggapan resmi terhadap permintaan komentar mengenai insiden ini.
Pola Manipulasi Pasar Kripto yang Meningkat
Kasus RaveDAO terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap dugaan manipulasi pasar kripto. Dalam beberapa bulan terakhir, banyak token baru yang melonjak hingga miliaran dolar sebelum akhirnya runtuh dengan cepat.
Pola yang sering terjadi:
- Konsentrasi token di tangan segelintir pihak: Sebagian besar pasokan token dikendalikan oleh sejumlah kecil dompet, sehingga hanya sebagian kecil yang dapat diperdagangkan.
- Pencatatan di bursa besar: Token sering kali terdaftar di bursa terpusat seperti Binance dan Bitget sebelum mengalami lonjakan harga.
- Tidak transparannya data perdagangan: Bursa tidak mempublikasikan data perdagangan secara rinci, sehingga sulit mengetahui siapa yang membeli atau menjual aset tersebut.
Investigasi oleh Tokoh Industri
ZachXBT, seorang penyelidik kripto anonim yang terkenal karena mengungkap praktik curang di industri ini, mengungkapkan bahwa manipulasi token Rave diduga berasal dari tiga bursa: Bitget, Binance, dan Gate.
"Kami tidak dapat membiarkan manipulasi pasar yang dilakukan oleh pihak dalam yang mengendalikan 90% pasokan RAVE untuk terus merugikan investor ritel."
Pada hari yang sama, CEO Binance Richard Teng dan CEO Bitget Gracy Chen mengumumkan bahwa mereka telah memulai investigasi terhadap dugaan manipulasi pasar di platform masing-masing.
"Kami akan selalu berupaya untuk menyelidiki semua pelanggaran pasar."
Sementara itu, Gate belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar.
Transaksi Mencurigakan di Balik RaveDAO
Data on-chain menunjukkan bahwa 75% pasokan token Rave disimpan di satu dompet yang dikendalikan oleh tim RaveDAO. Dua dompet lainnya yang terhubung dengan dompet utama menyimpan sekitar 10% pasokan, sehingga total 85% pasokan token tidak dapat diperdagangkan.
Konsentrasi pasokan yang tinggi ini membuat harga token sangat mudah bergerak dengan transaksi besar. Situasi ini dianggap aneh untuk sebuah DAO (Decentralized Autonomous Organization), yang seharusnya tidak memiliki kepemimpinan terpusat dan dikelola oleh distribusi token kepada anggota untuk voting.
Para kritikus menyoroti bahwa struktur ini lebih menyerupai skema pump-and-dump daripada proyek yang benar-benar terdesentralisasi.