Portal CAPE Resmi Diluncurkan, Impor Mencapai $127 Miliar

Peluncuran portal pengembalian tarif CAPE oleh Bea Cukai memberikan kepastian administratif bagi aset yang sebelumnya sudah dinilai oleh Wall Street. Hingga 9 April, tercatat 56.497 importir telah mendaftar untuk pengembalian elektronik senilai $127 miliar, dari total sekitar $166 miliar yang diharapkan akan dikembalikan pemerintah setelah Mahkamah Agung menyatakan pada Februari bahwa IEEPA tidak memberi wewenang kepada Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif.

Badan Bea Cukai Amerika Serikat (CBP) menyatakan bahwa klaim yang valid akan dibayarkan dalam waktu 60 hingga 90 hari. Jadwal ini memunculkan sejumlah pertanyaan, termasuk mengenai apa yang dilakukan Cantor Fitzgerald terhadap hak pengembalian tarif dan apa yang diketahui oleh Howard Lutnick—mantan Menteri Perdagangan—tentang hal tersebut.

Laporan WIRED: Cantor Menawar Hak Tarif dengan Harga 20-30 Sen per Dolar

Pada Juli 2025, WIRED melaporkan bahwa seorang perwakilan Cantor mendekati para importir dengan tawaran membeli hak pengembalian tarif seharga 20 hingga 30 sen per dolar. Perusahaan tersebut mengklaim memiliki kapasitas untuk melakukan transaksi senilai “beberapa ratus juta dolar” dan menyatakan telah melakukan transaksi senilai $10 juta terkait hak IEEPA.

Tawaran ini menggambarkan skema arbitrase: Cantor membeli klaim yang tertekan dari importir yang membutuhkan likuiditas segera, lalu menagihnya senilai penuh atau mendekati penuh ketika pengadilan memutuskan tarif tersebut ilegal. Namun, Cantor membantah laporan tersebut sebagai “sangat salah”.

Sebuah laporan dari Semafor pada Februari menyebutkan bahwa Cantor sempat mempertimbangkan produk tersebut tetapi memutuskan untuk tidak melanjutkan. Seorang juru bicara perusahaan menyatakan bahwa Cantor “tidak pernah melakukan transaksi apa pun atau mengambil risiko terkait legalitas tarif”.

Peran Howard Lutnick dan Konflik Kepentingan

Howard Lutnick, mantan Menteri Perdagangan, sebelumnya secara terbuka mendukung tarif secara menyeluruh dan menyarankan Trump untuk menerapkannya. Sementara itu, Cantor Fitzgerald—perusahaan investasi tempat Lutnick pernah bekerja—mengeksplorasi cara untuk mengambil untung jika pengadilan nantinya membatalkan tarif tersebut.

Cantor juga berperan sebagai kustodian untuk aset Treasury milik Tether, yang menghubungkan perusahaan tersebut dengan salah satu kumpulan cadangan terbesar di industri kripto. Hak pengembalian tarif yang semula dihargai 20-30 sen per dolar pada pertengahan 2025, naik menjadi 55-75 sen per dolar pada awal April 2026 setelah portal CAPE resmi beroperasi.

Upaya Etika Lutnick untuk Menghindari Konflik Kepentingan

Untuk memisahkan peran kebijakannya dengan aktivitas komersial perusahaan, Lutnick mentransfer sahamnya di Cantor ke trust untuk anak-anaknya yang dikendalikan oleh Brandon Lutnick. Ia juga setuju untuk melepaskan semua manfaat ekonomi dari Cantor, BGC, dan Newmark mulai 16 Mei 2025. Dalam perjanjian etika OGE, ia menyatakan tidak akan menerima manfaat ekonomi terkait kepemilikannya selama proses penjualan masih berlangsung.

Namun, Demokrat Kongres menilai langkah tersebut belum cukup. Pada Agustus 2025, Senator Ron Wyden dan Elizabeth Warren mendesak Cantor untuk mengungkapkan berapa banyak perjanjian pengembalian tarif yang telah dibuat atau diselesaikan, serta apakah Cantor atau afiliasinya menjadi pihak yang terlibat. Anggota Kongres Jamie Raskin kemudian mengikuti tuntutan tersebut pada Februari 2026.

Dampak terhadap Pasar dan Likuiditas

Pergerakan hak pengembalian tarif menuju pengadilan dagang telah memicu perdebatan mengenai dampaknya terhadap likuiditas pasar. Beberapa analis memperkirakan potensi transfer tunai besar-besaran yang dapat mengubah struktur likuiditas secara cepat. Bitcoin, misalnya, menghadapi potensi guncangan likuiditas senilai $175 miliar akibat pergeseran ini.

Sementara itu, hingga 21 April 2026, dua catatan utama dalam kasus ini masih belum terselesaikan. Posisi struktural yang pernah dipegang Lutnick sejak awal memicu ketegangan, terutama karena ia mendukung tarif secara terbuka sementara perusahaan yang dipimpinnya mengeksplorasi peluang komersial dari pembatalan tarif tersebut.