SUV kini mendominasi pasar otomotif Eropa, dengan enam dari sepuluh kendaraan baru yang terjual merupakan jenis ini. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat atau China, di mana pangsa pasar SUV mencapai sekitar 40 persen. Dalam konteks inilah Ferrari meluncurkan Purosangue pada 2023, masuk ke segmen SUV untuk pertama kalinya.

Ferrari sebenarnya pernah memiliki model empat kursi sebelumnya, seperti FF dan GTC4Lusso, yang dikenal dengan desain shooting brake-nya. Meskipun demikian, performa dan keandalan model-model tersebut menjadi bahan pertimbangan.

Tim penguji di Maranello, tempat pabrik Ferrari berada, menemukan bahwa performa mengemudi Purosangue perlu ditingkatkan. Akhirnya, Ferrari merilis pembaruan dengan Handling Speciale, yang kini hadir dengan suspensi aktif yang lebih canggih. Sistem ini mampu mengurangi gerakan roll, pitch, dan yaw, sehingga membuat Purosangue terasa lebih ringkas meskipun dimensinya tetap besar (4,9 meter). Stir yang selalu responsif kini terasa lebih tajam, meningkatkan pengalaman berkendara secara keseluruhan.

Selain itu, Ferrari juga menyempurnakan strategi kontrol pada transmisi gigi paddle-shift dual-clutch. Waktu perpindahan gigi menjadi lebih cepat, meskipun sedikit mengorbankan kenyamanan. Hal ini sesuai dengan ekspektasi pembeli Ferrari yang menginginkan perpindahan gigi terasa lebih agresif, terutama saat menggunakan mode manual di atas 5.500 rpm.

Pembaruan ini menegaskan komitmen Ferrari untuk tetap mempertahankan karakter performa tinggi, bahkan dalam model SUV mewah seperti Purosangue.