Laporan ALA: 46% Anak di AS Terpapar Polusi Udara Berbahaya
Hampir separuh anak di Amerika Serikat terpapar polusi udara pada tingkat yang membahayakan kesehatan, menurut laporan terbaru American Lung Association (ALA). Laporan Tahunan Kualitas Udara ke-27 yang dirilis Rabu (19/3) mengevaluasi tingkat polusi di seluruh negeri dengan mengukur kadar ozon permukaan (smog) serta polusi partikel jangka pendek dan jangka panjang (jelaga).
Data yang dianalisis berasal dari tahun 2022 hingga 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa 33,5 juta anak di AS—atau 46% dari total anak di bawah usia 18 tahun—tinggal di wilayah yang mendapat nilai gagal untuk setidaknya satu indikator polusi udara. Selain itu, 7 juta anak (10% dari total anak di AS) tinggal di komunitas yang gagal memenuhi ketiga indikator polusi tersebut.
Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan Anak
Will Barrett, Asisten Wakil Presiden Kebijakan Udara Bersih Nasional ALA, menjelaskan kerentanan anak-anak terhadap polusi udara. "Paru-paru anak masih dalam tahap perkembangan. Secara proporsi tubuh, mereka menghirup udara dalam jumlah lebih banyak. Anak-anak juga lebih banyak bermain di luar dan aktif, sehingga menghirup lebih banyak udara luar ruangan," ujarnya. Paparan polusi udara pada anak dapat menyebabkan kerusakan perkembangan paru-paru jangka panjang, kasus asma baru, peningkatan risiko penyakit pernapasan, serta masalah kesehatan lainnya di kemudian hari.
Komunitas Kulit Berwarna Lebih Rentan
Laporan ini juga menemukan bahwa komunitas kulit berwarna menghadapi paparan polusi udara yang tidak proporsional. Mereka lebih berisiko memiliki kondisi kesehatan kronis yang memperburuk dampak polusi, seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.
Meskipun populasi kulit berwarna hanya mencakup 42,1% penduduk AS, mereka mewakili 54,2% dari mereka yang tinggal di wilayah dengan setidaknya satu indikator polusi gagal. Selain itu, seseorang dari komunitas kulit berwarna memiliki risiko 2,42 kali lebih tinggi untuk tinggal di wilayah yang gagal memenuhi ketiga indikator polusi dibandingkan orang kulit putih.
Smog Jadi Polutan Paling Meluas
Smog tetap menjadi polutan paling luas yang mengancam kesehatan masyarakat AS. Antara 2022 hingga 2024, 38% penduduk AS—sekitar 129,1 juta orang—terpapar tingkat ozon yang membahayakan kesehatan. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir dan meningkat 3,9 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa faktor berkontribusi terhadap tingginya tingkat polusi ini, termasuk suhu ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan. Kebakaran hutan Kanada pada 2023, misalnya, menyebabkan asap melintasi perbatasan AS dan meningkatkan kadar ozon di wilayah selatan, terutama di negara bagian California hingga Texas serta sebagian besar wilayah Midwest.
"Kebakaran hutan Kanada pada 2023 dan pola cuaca yang mendukung pembentukan ozon pada 2023-2024 menjadi penyebab utama tingginya tingkat polusi di wilayah-wilayah tersebut," kata laporan ALA.
Ancaman Kebijakan Lingkungan yang Melemah
Para ahli memperingatkan bahwa kebijakan lingkungan yang dilonggarkan oleh pemerintahan sebelumnya, termasuk pemerintahan Donald Trump, berpotensi memperburuk kondisi ini. Langkah-langkah pengurangan perlindungan lingkungan dikhawatirkan akan meningkatkan paparan polusi udara bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Laporan ini menekankan pentingnya tindakan kolektif untuk mengurangi polusi udara, melindungi kesehatan anak-anak, dan memastikan keadilan lingkungan bagi semua komunitas.