Pertumbuhan harga rumah di Amerika Serikat melambat drastis dalam setahun terakhir. Berdasarkan analisis Zillow Home Value Index, kenaikan harga rumah hanya mencapai 0,8% secara tahunan antara Maret 2025 hingga Maret 2026. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 1,2% pada tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, tren nasional menunjukkan stabilisasi. Pada Agustus 2025, pertumbuhan harga bahkan sempat menyentuh angka minus -0,01% sebelum kembali naik sedikit. Namun, dalam enam bulan pertama tahun 2025, jumlah pasar properti utama yang mengalami penurunan harga secara tahunan terus meningkat.

Pasar Properti yang Terkena Dampak

Data menunjukkan bahwa sebanyak 89 dari 300 pasar properti terbesar di AS (atau 30%) mengalami penurunan harga rumah secara tahunan pada periode Maret 2025 hingga Maret 2026. Jumlah ini menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, yang pernah mencapai puncaknya pada 110 pasar pada Juni-Juli 2025.

  • Januari 2025 - Januari 2026: 100 pasar (33%) mengalami penurunan
  • Februari 2025 - Februari 2026: 99 pasar (33%) mengalami penurunan
  • Maret 2025 - Maret 2026: 89 pasar (30%) mengalami penurunan

Penyebab Utama Penurunan Harga

Beberapa faktor utama yang memengaruhi perlambatan dan penurunan harga rumah di pasar-pasar tersebut antara lain:

  • Kenaikan suku bunga: Kebijakan moneter yang ketat membuat biaya kredit perumahan semakin mahal, menekan daya beli masyarakat.
  • Ketersediaan pasokan: Meskipun permintaan tinggi, pasokan rumah yang terbatas di beberapa wilayah menyebabkan harga tidak stabil.
  • Perubahan kebijakan pemerintah: Regulasi baru dalam sektor properti turut memengaruhi dinamika pasar.
  • Sentimen ekonomi: Ketidakpastian ekonomi global dan lokal membuat calon pembeli lebih berhati-hati.

Dampak bagi Pembeli dan Investor

Penurunan harga rumah di sejumlah pasar memberikan peluang bagi pembeli untuk mendapatkan properti dengan harga lebih terjangkau. Namun, bagi investor, kondisi ini bisa menjadi pertimbangan ulang dalam strategi investasi jangka panjang.

"Kondisi pasar saat ini menunjukkan adanya koreksi yang sehat setelah periode pertumbuhan yang sangat cepat. Namun, stabilitas harga masih menjadi tantangan utama," ujar seorang analis properti.

Prospek ke Depan

Para ahli memperkirakan bahwa tren perlambatan pertumbuhan harga rumah akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Meskipun demikian, tidak semua pasar akan mengalami penurunan. Beberapa wilayah dengan permintaan tinggi diperkirakan masih akan mencatat kenaikan harga, meski dengan laju yang lebih lambat.