ROMA — Delapan tahun lalu, Julia Vitarello mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya: memberikan obat khusus kepada putrinya, Mila, yang dirancang khusus untuk mengatasi mutasi genetik penyebab penyakit langka yang dideritanya. Kini, Vitarello tengah memulai babak baru dalam perjuangannya dengan mendirikan perusahaan bioteknologi untuk memproduksi terapi personalisasi secara massal.

Upaya sebelumnya, yang diberi nama EveryONE Medicines, akhirnya ditutup karena panduan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dinilai tidak cukup memberikan jalur yang jelas bagi investor untuk mendukung pengembangan terapi yang sangat spesifik tersebut. Menurut Vitarello, hambatan regulasi ini menjadi salah satu faktor utama kegagalan proyek tersebut.

Kini, Vitarello bersama para kolaboratornya tengah mencari pendanaan baru untuk mewujudkan visinya. Perusahaan barunya diharapkan dapat mempercepat produksi terapi personalisasi yang selama ini sulit diakses secara luas. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pasien lain dengan kondisi serupa untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif.

Dampak dari Terapi Personalisasi

Terapi yang diberikan kepada Mila pada delapan tahun lalu merupakan terobosan medis yang dirancang khusus untuk mengatasi mutasi genetik langka yang dideritanya. Meskipun berhasil menyelamatkan nyawa Mila, proses pengembangan dan produksi terapi semacam ini masih sangat mahal dan kompleks. Hal inilah yang mendorong Vitarello untuk mencari cara agar terapi personalisasi dapat diproduksi secara lebih efisien dan terjangkau.

Tantangan dalam Industri Bioteknologi

Industri bioteknologi menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal regulasi dan investasi. Panduan FDA yang baru dianggap belum cukup mendukung pengembangan terapi personalisasi, sehingga banyak perusahaan yang kesulitan untuk memenuhi harapan investor. Vitarello menyadari bahwa dibutuhkan inovasi tidak hanya dalam sains, tetapi juga dalam model bisnis dan kebijakan untuk mendorong kemajuan di bidang ini.

Dengan mendirikan perusahaan barunya, Vitarello berharap dapat menciptakan solusi yang lebih baik bagi pasien dan investor. Ia yakin bahwa terapi personalisasi memiliki potensi besar untuk mengubah cara pengobatan penyakit langka di masa depan.

Sumber: STAT News