Saham AST SpaceMobile Inc (Nasdaq: ASTS), perusahaan penyedia internet berbasis satelit, mengalami penurunan tajam setelah kegagalan besar dalam peluncuran satelit terbarunya menggunakan roket New Glenn milik Blue Origin.
Kronologi Kegagalan Peluncuran
Pada Minggu, 19 April 2025, Blue Origin meluncurkan roket New Glenn untuk ketiga kalinya. Roket ini merupakan andalan perusahaan milik Jeff Bezos, yang dirancang untuk bersaing dengan roket Falcon 9 dan Falcon Heavy milik SpaceX. New Glenn, dinamai dari nama astronot AS John Glenn, memiliki ukuran lebih besar dibandingkan roket SpaceX, sehingga mampu membawa muatan yang lebih berat.
Peluncuran ini membawa satelit BlueBird 7 milik AST SpaceMobile, yang merupakan bagian dari konstelasi satelit untuk menyediakan layanan internet broadband langsung ke ponsel di Bumi. Keunggulan layanan ini adalah tidak memerlukan perangkat khusus—pengguna dapat menggunakan ponsel biasa untuk mengakses internet satelit.
Namun, meskipun roket New Glenn berhasil lepas landas dan booster-nya mendarat dengan selamat di Bumi, tahap selanjutnya—penempatan satelit—tidak berjalan sesuai rencana.
Satelit BlueBird 7 Tersesat di Orbit
Setelah terpisah dari roket, satelit BlueBird 7 berhasil dinyalakan, tetapi ditempatkan di orbit yang lebih rendah dari yang direncanakan. Hal ini membuat satelit tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. AST SpaceMobile mengonfirmasi dalam pernyataan resmi bahwa New Glenn menempatkan BlueBird 7 "pada orbit yang lebih rendah dari yang direncanakan oleh tahap atas roket," sehingga "ketinggiannya terlalu rendah untuk dipertahankan dengan teknologi pendorong onboard."
Akibatnya, satelit tersebut akan dideorbit—dibawa kembali ke atmosfer Bumi secara terkendali untuk terbakar habis. Perusahaan memastikan bahwa biaya satelit, yang diperkirakan mencapai puluhan juta dolar, akan ditanggung oleh asuransi.
Dampak terhadap Proyek dan Penyelidikan
Kegagalan ini menjadi pukulan bagi AST SpaceMobile, yang tengah membangun konstelasi sekitar 45 satelit untuk meluncurkan layanan internet satelitnya akhir tahun ini. Meskipun demikian, perusahaan tetap optimis dan menyatakan bahwa insiden ini tidak akan menghentikan rencana jangka panjang mereka.
Sementara itu, Blue Origin belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab kegagalan penempatan orbit. Para ahli menduga kemungkinan kesalahan pada sistem pemisahan atau tahap atas roket. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung untuk menentukan akar permasalahan.
"Kami memahami pentingnya peluncuran yang sukses bagi pelanggan kami. Tim kami sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi penyebab masalah ini dan memastikan tidak terulang di masa depan."
— Juru bicara Blue Origin
Tantangan Industri Antariksa Swasta
Persaingan antara Blue Origin dan SpaceX semakin sengit, terutama dalam layanan peluncuran satelit komersial. Meskipun New Glenn memiliki kapasitas lebih besar, SpaceX tetap menjadi pemain utama yang dipercaya oleh pemerintah dan perusahaan untuk meluncurkan satelit-satelit penting.
Kegagalan ini juga menyoroti risiko yang dihadapi oleh industri antariksa swasta, di mana kegagalan teknis dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Namun, para pemain utama terus berupaya meningkatkan keandalan teknologi untuk mendukung perkembangan internet satelit global.