Kebangkitan Komunisme di Era Digital

Baru-baru ini, streamer Hasan Piker membaca panjang-lebar esai karya Vladimir Lenin dalam siaran langsungnya di Twitch. Ia menyebut karya tersebut sebagai contoh pemimpin revolusi yang mendukung kerja formatif dalam struktur yang ada. Piker juga pernah menyatakan kekagumannya terhadap Mao Zedong dan menyebut runtuhnya Uni Soviet sebagai "salah satu bencana terbesar abad ke-20".

Komunisme dalam Media Progresif

Fenomena ini bukan hal baru. Sejak awal 2010-an, artikel-artikel yang membela komunisme mulai marak di media progresif. Contohnya, artikel di Salon berjudul "Mengapa Anda Salah tentang Komunisme: 7 Kesalahpahaman Besar tentang Komunisme (dan Kapitalisme)" yang menggunakan berbagai retorika untuk membela sistem tersebut.

Pada 2016, New Republic—yang sebelumnya dikenal sebagai media anti-komunis—menerbitkan artikel berjudul "Siapa yang Takut pada Komunisme?". Penulisnya, Malcolm Harris, bahkan mencemooh Hillary Clinton karena pandangannya terhadap NATO, tanpa menyebut perjanjian Molotov-Ribbentrop atau invasi gabungan Jerman-Soviet ke Polandia pada 1939.

Podcast dan Media Muda

Podcast seperti Chapo Trap House dan Pod Damn America juga mempromosikan anti-kapitalisme militan dan simpati terhadap rezim kiri atau anti-Barat. Bahkan Teen Vogue pada 2018 merayakan ulang tahun Karl Marx dengan menyebut karyanya sebagai inspirasi gerakan sosial di Rusia, China, dan Kuba—tanpa menyebutkan gulag atau pembantaian massal.

Data Dukung Tren Ini

Menurut jajak pendapat YouGov tahun 2018, hanya 15% warga Amerika Serikat yang memiliki pandangan positif terhadap komunisme. Namun, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 25% pada generasi muda (Milennial dan Gen Z).

Sejarah Komunisme yang Diabaikan

Meskipun tren ini berkembang, sejarah kelam komunisme sering diabaikan. Pada 1920-an dan 1930-an, banyak intelektual Barat yang berkunjung ke Uni Soviet sebagai "peziarah politik". Namun, seiring waktu, banyak yang kecewa dan menulis buku seperti The God That Failed (1951) yang mengungkap kebenaran pahit tentang komunisme.

Kesimpulan

Komunisme kembali menjadi tren di kalangan generasi muda, terutama melalui media sosial dan konten progresif. Namun, sejarah kelam sistem ini sering diabaikan dalam narasi yang dibangun. Penting untuk memahami akar sejarah sebelum menerima tren ini secara mentah-mentah.