Sidang Konfirmasi yang Kontroversial
Calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dicalonkan oleh Presiden Donald Trump, menegaskan akan membawa perubahan besar dalam kerangka inflasi bank sentral AS. Namun, ia juga menyatakan bahwa ekonomi saat ini berjalan dengan baik. Pernyataan ini menuai pertanyaan aneh dari Senator Demokrat, Raphael Warnock (D-Ga.), dalam sidang konfirmasi pada Selasa (21/4).
Pertanyaan yang Tak Terjawab
Warnock bertanya, "Jika Profesor Warsh diminta memberi nilai huruf untuk ekonomi Amerika saat ini bagi keluarga pekerja biasa, nilai apa yang akan diberikan?" Warsh menjawab dengan bercanda, "Di lembaga akademis modern, semua orang mendapat nilai A. Jika saya memberi nilai selain A, saya akan dipanggil ke kantor dekan karena merusak harga diri mahasiswa."
Pertanyaan Warnock sebenarnya memiliki dasar yang kuat. Warsh pernah menjadi dosen di Universitas Stanford setelah mundur dari Dewan Gubernur Federal Reserve pada 2011 karena ketidaksetujuan dalam penanganan ekonomi AS. Namun, ia menghindari jawaban langsung yang bisa menyinggung presiden.
Warnock: Nilai apa yang akan Anda berikan untuk ekonomi Amerika?
Warsh: Jika saya memberi nilai selain A kepada mahasiswa, dekan akan memanggil saya karena merusak harga dirinya.
Warnock kemudian menanggapi, "Kepercayaan konsumen berada di titik terendah. Itulah nilai yang diberikan rakyat Amerika untuk ekonomi."
Komentar Warsh tentang Ekonomi Trump
Warsh juga menghindari pertanyaan Senator Demokrat lainnya, termasuk Senator Tina Smith (D-Minn.), yang menanyakan pernyataan Trump dalam pidato State of the Union bahwa "ekonomi yang bergemuruh lebih hebat dari sebelumnya". Warsh menjawab, "Garis besar ekonomi sedang membaik. Saya yakin bisa lebih baik lagi, dan dalam beberapa tahun ke depan, potensi ekonomi akan semakin kuat."
Pernyataan Warsh ini muncul di tengah krisis daya beli yang semakin parah, dengan harga-harga melonjak akibat perang AS-Israel di Iran dan kebijakan tarif Trump—meskipun pasar keuangan tampak senang. Ia juga tak menjawab pertanyaan mengenai independensi bank sentral dari tekanan politik.
Dituduh Tak Independen dari Politik
Senator Demokrat, termasuk Elizabeth Warren (D-Mass.), menuding Warsh tak independen dari tekanan politik. Warren mengkritik Warsh karena sering mengubah posisi terkait suku bunga, yang sempat sejalan dengan Trump setelah pemilu 2024.
Pada krisis keuangan 2008, Warsh—yang saat itu menjadi anggota Dewan Federal Reserve—menentang pemotongan suku bunga untuk membantu keluarga dan bisnis Amerika. Justru, bank-bank yang menerima bailout selama masa jabatannya.
Warren mengatakan Trump sempat melewatkan Warsh sebagai calon Ketua Fed karena sikapnya terhadap suku bunga. "Namun, begitu Trump terpilih kembali, Warsh mulai menyerukan pemotongan suku bunga."
Tekanan Trump untuk Pemotongan Suku Bunga
Beberapa jam sebelum sidang konfirmasi, Trump muncul di CNBC dan mengatakan ia akan kecewa jika Warsh tak segera memotong suku bunga setelah dikonfirmasi. Bulan lalu, saat ditanya apakah suku bunga akan turun tahun ini, Trump menjawab, "Ketika Kevin menjabat, ya."
Pada Desember lalu, Trump juga menyatakan, "Siapa pun yang tidak setuju dengan saya [tentang suku bunga] akan dipecat."
Kesimpulan: Konflik Kepentingan atau Strategi?
Pernyataan Warsh yang menghindari penilaian langsung terhadap ekonomi Trump, ditambah dengan tekanan politik yang terlihat jelas, menimbulkan pertanyaan tentang independensi Federal Reserve. Apakah Warsh akan benar-benar menjaga netralitas bank sentral, ataukah ia akan tunduk pada keinginan presiden?