Mesin roket yang dikembangkan oleh Astrobotic berhasil menampilkan fenomena luar biasa: nyala api spiral yang terbentuk dari proses detonasi berputar. Meskipun terlihat spektakuler, teknologi ini memiliki manfaat yang jauh lebih besar bagi industri antariksa.
Astrobotic, perusahaan antariksa swasta, baru-baru ini menguji mesin roket Rotating Detonation Rocket Engine (RDRE) bernama Chakram. Hasil ujinya menunjukkan performa yang mengesankan, termasuk nyala api spiral yang terbentuk akibat gelombang detonasi supersonik yang bergerak melingkar di bagian luar mesin.
Menurut penjelasan perwakilan Astrobotic dalam video yang diunggah, mesin ini menggunakan tiga gelombang detonasi supersonik yang saling mengejar di sekitar bagian luar roket. Kombinasi ini memungkinkan pembakaran yang sangat efisien dan cepat, menghasilkan dorongan tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Rekor Baru dalam Uji Durasi
Selama pengujian di NASA Marshall Space Flight Center, mesin Chakram berhasil beroperasi selama 470 detik tanpa kerusakan signifikan. Salah satu pencapaian terbesar adalah operasi kontinu selama 300 detik, yang dianggap sebagai rekor baru untuk teknologi RDRE.
Nyala api spiral yang dihasilkan menyerupai shock diamonds, fenomena yang umum ditemukan pada pesawat militer dan kendaraan antariksa. Pola ini terbentuk ketika tekanan gas buang supersonik tidak seimbang dengan tekanan atmosfer di sekitarnya, menciptakan gelombang kejut yang terlihat seperti pola berlian.
Performa Luar Biasa dengan Ukuran Kompak
Meskipun ukurannya relatif kecil, mesin Chakram mampu menghasilkan lebih dari 4.000 pon dorongan dalam beberapa pengujian. Hasil ini jauh melampaui ekspektasi tim pengembang.
"Chakram melebihi semua harapan kami. Dengan teknologi mutakhir seperti RDRE, kami selalu khawatir akan faktor-faktor tak terduga yang dapat memengaruhi performa. Namun, mesin ini justru bekerja lebih baik dari yang kami perkirakan. Operasi selama 300 detik menjadi pencapaian luar biasa."
Bryant Avalos, Peneliti Utama Program Chakram, Astrobotic
Menurut Avalos, pencapaian ini membuktikan bahwa teknologi RDRE dapat mendukung berbagai misi Astrobotic di masa depan, mulai dari pendaratan di Bulan hingga kendaraan transfer orbit. Teknologi ini juga berpotensi memperluas operasi di ruang cislunar—area antara Bumi dan Bulan.
Integrasi dengan Produk Astrobotic yang Ada
Astrobotic berencana untuk mengintegrasikan mesin Chakram ke dalam lini produknya yang sudah ada, termasuk Xogdor VTOL (kendaraan lepas landas vertikal yang dapat digunakan kembali) dan dua pendarat Bulan. Perusahaan ini meyakini bahwa pembakaran yang lebih efisien dapat meningkatkan kapasitas muatan atau kecepatan peluncuran.
Dengan inovasi ini, Astrobotic semakin mendekatkan diri pada visinya untuk mendukung eksplorasi luar angkasa yang lebih efisien dan terjangkau. Bagi para pengamat antariksa, penampilan mesin Chakram bukan hanya soal estetika, tetapi juga revolusi dalam teknologi propulsi.