Meta mengumumkan rencana untuk memberhentikan 10% karyawannya, atau sekitar 8.000 orang, dari total 78.000 karyawan. Langkah ini diumumkan dalam pertemuan internal yang dihadiri oleh CEO Mark Zuckerberg. Dalam kesempatan tersebut, Zuckerberg menjelaskan alasan di balik pemutusan hubungan kerja besar-besaran ini.

Menurut laporan Wall Street Journal, Zuckerberg menyebutkan bahwa pengeluaran besar untuk pusat data dan infrastruktur AI menjadi penyebab utama pengurangan tenaga kerja. Ia menjelaskan bahwa perusahaan memiliki dua pusat biaya utama: infrastruktur komputasi (seperti GPU dan chip) serta tenaga kerja manusia.

"Jika kami lebih banyak berinvestasi di satu area untuk melayani komunitas, itu berarti kami memiliki lebih sedikit modal untuk dialokasikan ke area lain," kata Zuckerberg, sebagaimana dikutip Wall Street Journal. "Oleh karena itu, kami perlu mengurangi ukuran perusahaan sedikit demi sedikit."

Zuckerberg juga membahas efisiensi tim di masa depan. Ia menyebutkan bahwa beberapa tim yang sebelumnya membutuhkan 50 hingga 100 karyawan kini hanya memerlukan 10 orang. Menurutnya, memiliki terlalu banyak karyawan di sebuah tim justru dapat menghambat produktivitas.

Dalam beberapa bulan terakhir, moral karyawan di Meta terlihat menurun. Data dari platform anonim Blind yang dikutip Fast Company menunjukkan bahwa postingan dengan sentimen negatif tentang Meta meningkat empat kali lipat sejak awal 2024. Menanggapi hal ini, Meta merujuk pada hasil earnings call perusahaan pada Kamis lalu, di mana CFO Susan Li menyatakan bahwa Meta sedang fokus untuk memanfaatkan alat AI guna meningkatkan produktivitas.

Li juga menyebutkan bahwa perusahaan masih mengevaluasi ukuran optimal tenaga kerja di masa depan. Meskipun pengurangan karyawan akan menekan biaya kompensasi karyawan dibandingkan kuartal sebelumnya, ia mengingatkan bahwa biaya restrukturisasi akibat PHK akan menutupi penghematan tersebut pada tahun ini.

Zuckerberg menambahkan bahwa Meta akan lebih fokus pada pengembangan aplikasi baru di masa depan. "Secara historis, kami telah membangun empat atau lima aplikasi besar," katanya. "Kini, kami ingin membangun lebih banyak aplikasi lagi. Ada banyak hal yang perlu kami selesaikan, dan sebagian dari itu memang membutuhkan waktu."

Dalam pertemuan tersebut, Kepala SDM Meta, Janelle Gale, juga ditanya mengenai kemungkinan PHK lebih lanjut. Jawabannya tidak memberikan kepastian bagi karyawan yang cemas. "Akankah ada PHK lagi? Pertanyaan itu selalu muncul. Saya ingin mengatakan tidak ada lagi PHK, tapi saya tidak bisa berjanji sesuatu yang tidak bisa kami penuhi," ujar Gale, sebagaimana dikutip Business Insider.

Gale menambahkan bahwa meskipun bisnis Meta kuat, prioritas dapat berubah, persaingan semakin ketat, dan perusahaan akan terus mengelola biaya dengan bertanggung jawab. Ia juga menyebutkan bahwa Meta akan terus menyesuaikan tim sesuai kebutuhan dan berupaya untuk menempatkan talenta yang ada di posisi yang tepat.

Menurut laporan Reuters pada Maret 2024, Meta berpotensi memangkas hingga 20% tenaga kerjanya tahun ini. Zuckerberg juga mengakui bahwa Meta menghadapi tantangan sejak perang di Ukraina dan konflik lainnya meningkatkan biaya operasional perusahaan.