Departemen Pertahanan Amerika Serikat (DoD) telah mengajukan proposal resmi kepada Kongres untuk mengubah nama resminya menjadi ‘Departemen Perang’. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan sebelumnya untuk melakukan reformasi simbolis, namun dengan biaya yang tidak sedikit.
Menurut laporan Inside Defense yang dirilis Selasa (10/9), DoD telah mengeluarkan dana hingga $50 juta untuk menerapkan perubahan nama tersebut. Sebagian besar biaya, yakni sekitar $44,6 juta, digunakan untuk pembaruan sistem enterprise, infrastruktur, dan dukungan administratif.
Ironisnya, perubahan nama yang dicanangkan melalui perintah eksekutif oleh mantan Presiden Donald Trump pada September 2020 ini belum memiliki dasar hukum. Hanya Kongres yang berwenang untuk menetapkan perubahan nama resmi lembaga pemerintah. Dengan demikian, dana $50 juta yang telah dikeluarkan bisa jadi sia-sia.
Biaya Total Bisa Mencapai $125 Juta
Badan Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan bahwa biaya untuk perubahan nama ini bisa jauh lebih besar. Dalam laporannya pada Januari 2021, CBO menyebutkan bahwa biaya minimal untuk penerapan terbatas bisa mencapai beberapa juta dolar. Namun, jika perubahan diterapkan secara luas dan cepat di seluruh lembaga, biaya bisa melonjak hingga $125 juta.
Lebih lanjut, CBO menyatakan bahwa jika perubahan nama ditetapkan secara resmi oleh undang-undang, biaya total bisa mencapai ratusan juta dolar, tergantung pada bagaimana Kongres dan DoD menerapkannya.
Proyek Reformasi dengan Biaya Tersembunyi
Pemerintahan sebelumnya telah berulang kali berjanji untuk memangkas pengeluaran pemerintah, namun banyak reformasi yang justru menimbulkan biaya tambahan. Baru-baru ini, para anggota Partai Republik di Kongres mendorong proposal pembangunan ruang dansa senilai $400 juta di Gedung Putih. Senator Lindsey Graham dari Carolina Selatan memimpin inisiatif ini dengan alasan keamanan nasional.
Mereka berargumen bahwa ruang dansa seluas 90.000 kaki persegi beserta kompleks militer bawah tanah diperlukan untuk melindungi Presiden setelah terjadinya upaya pembunuhan pada acara White House Correspondents’ Dinner akhir pekan lalu. Namun, tidak ada penjelasan mengenai bagaimana Sekret Service—yang juga bertanggung jawab atas keamanan acara tersebut—akan beroperasi secara berbeda jika ruang dansa tersebut dibangun.