Mahkamah banding federal Amerika Serikat kembali mengeluarkan putusan-putusan penting minggu ini. Rangkuman ini disusun oleh para ahli hukum dari Institute for Justice, menyoroti kasus-kasus yang mencerminkan dinamika hukum kontemporer di Amerika Serikat.

Pengadaan Tanah dengan Domain Eminent yang Berujung Kegagalan

Pada tahun 2006, Kota Baltimore sepakat untuk menggunakan domain eminent guna membeli sebidang tanah luas untuk dialihkan kepada pengembang swasta. Namun, rencana pembangunan yang diharapkan justru gagal total. Sebagian besar area tersebut kini terbengkalai, dipenuhi tikus, dan menjadi gangguan bagi warga sekitar. Meskipun demikian, Mahkamah Banding Sirkuit Keempat menegaskan bahwa tetangga tidak memiliki hak untuk menggugat berdasarkan Klausa Pengambilalihan atas tanah yang sebelumnya dimiliki tetangga mereka.

Senjata Api dan Hak Konstitusional: Kontroversi Silencer

Seorang veteran Angkatan Laut AS (yang telah diampuni atas keterlibatannya dalam peristiwa 6 Januari) membeli peralatan senjata senilai lebih dari $40.000, termasuk alat pembersih senjata yang dapat dimodifikasi menjadi silencer. Ia kemudian dihukum karena memiliki silencer yang tidak terdaftar. Mahkamah Banding Sirkuit Keempat menyatakan bahwa tidak perlu memutuskan apakah silencer termasuk senjata yang dilindungi oleh Amandemen Kedua, karena bahkan jika dianggap demikian, peraturan perizinan tetap dianggap konstitusional berdasarkan preseden yang ada.

Pendapat berbeda muncul dari dua hakim:

  • Hakim Wilkinson: Silencer sama sekali tidak termasuk dalam perlindungan Amandemen Kedua.
  • Hakim Richardson: Meskipun preseden saat ini mengharuskan penolakan gugatan atas dasar Amandemen Kedua, preseden tersebut tidak sejalan dengan Amandemen Kedua maupun putusan Bruen.

Kesalahan Alamat dan Penyergapan di Tengah Malam

Seorang wanita di Harris County, Texas, memanggil petugas konstabel karena mendengar ketukan di pintu tengah malam. Setelah petugas pergi tanpa menemukan siapa pun, mereka kembali 30 menit kemudian atas permintaan suami dan anak perempuan tersebut—yang ternyata tidak ada di tempat. Anak perempuan itu memberikan alamat yang salah, sehingga petugas memasuki rumah tetangga di seberang jalan. Setelah menyadari kesalahan, mereka meninggalkan tempat, namun kemudian kembali dan membangunkan tetangga yang masih tidur dengan todongan senjata.

Mahkamah Banding Sirkuit Kelima menyatakan bahwa kasus ini tidak dapat sepenuhnya ditolak, menyoroti potensi pelanggaran Amandemen Keempat atas tindakan petugas.

Dropbox dan Pembagian Data Pornografi Anak: Perdebatan Hak Privasi

Dalam kasus yang melibatkan Dropbox yang membagikan informasi tentang pengguna yang diduga memiliki pornografi anak kepada entitas quasi-pemerintah, Mahkamah Banding Sirkuit Ketujuh memperdalam perpecahan antar sirkuit dengan menyatakan bahwa klausul dalam syarat dan ketentuan layanan yang sering diabaikan pengguna dapat dianggap sebagai persetujuan untuk pencarian file elektronik oleh pemerintah.

Kebijakan Penangkapan Tanpa Surat Perintah: Perpanjangan Kontroversial

Pada tahun 2018, sekelompok warga non-warga negara menggugat Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) atas kebijakan penangkapan tanpa surat perintah. Pada tahun 2022, pengadilan distrik menetapkan dekret konsesi dengan masa berlaku hingga 12 Mei 2025. Ketika para penggugat meminta perpanjangan pada tahun 2025, pengadilan distrik hanya menyetujui perpanjangan selama 118 hari. Pemerintah menolak untuk memperpanjang lebih lama lagi. Mahkamah Banding Sirkuit Ketujuh, dengan satu hakim berbeda pendapat, menyatakan perpanjangan singkat tersebut sah.

Kesimpulan

Putusan-putusan dari mahkamah banding federal minggu ini menunjukkan kompleksitas hukum Amerika Serikat, mulai dari perlindungan hak konstitusional hingga tanggung jawab pemerintah dalam menerapkan kebijakan. Kasus-kasus ini juga menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terhadap undang-undang dan preseden hukum yang terus berkembang.

Sumber: Reason