Wabah Salmonella Meluas: CDC Temukan Resistensi Antibiotik pada Unggas Rumah Tangga
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan wabah infeksi Salmonella yang melibatkan lebih dari selusin negara bagian. Yang lebih mengkhawatirkan, strain bakteri penyebab wabah ini diduga telah mengembangkan resistensi terhadap beberapa jenis antibiotik.
Sumber dan Penyebaran Wabah
Menurut laporan CDC pada 23 April, wabah ini diduga kuat berasal dari kontak dengan unggas rumahan, seperti ayam dan bebek. Infeksi pertama dilaporkan terjadi pada 26 Februari, menyerang satu orang. Hingga kini, CDC telah mengkonfirmasi 34 kasus yang tersebar di 13 negara bagian, dengan strain bakteri yang terlibat adalah Salmonella Saintpaul.
Analisis genom bakteri dari sampel pasien menunjukkan bahwa semua kasus memiliki resistensi terhadap fosfomisin, antibiotik yang umum digunakan untuk mengobati infeksi Salmonella. Selain itu, delapan sampel lainnya juga menunjukkan resistensi terhadap antibiotik lain, seperti kloramfenikol, streptomisin, sulfisoksazol, dan tetrasiklin.
Hampir 80% pasien yang terinfeksi melaporkan memiliki riwayat kontak dengan unggas rumahan sebelum jatuh sakit. CDC kemudian melakukan pengambilan sampel pada unggas rumahan dan menemukan bahwa unggas tersebut membawa strain Salmonella yang sama dengan yang menginfeksi manusia.
Jumlah Korban dan Dampaknya
Per tanggal 23 April, CDC mencatat 34 kasus terkonfirmasi, dengan 13 di antaranya memerlukan rawat inap. Untungnya, tidak ada laporan kematian akibat wabah ini. Namun, CDC menekankan bahwa jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena:
- Butuh waktu 3-4 minggu bagi petugas kesehatan untuk memastikan apakah infeksi Salmonella termasuk dalam wabah ini.
- Banyak orang yang terinfeksi Salmonella sembuh tanpa mencari perawatan medis.
Peta Penyebaran Wabah di AS
CDC telah menerbitkan peta yang menunjukkan sebaran kasus wabah ini. Sebagian besar kasus terkonsentrasi di wilayah Midwest. Berikut rincian kasus per negara bagian:
- Florida: 1 kasus
- Illinois: 1 kasus
- Indiana: 3 kasus
- Kentucky: 3 kasus
- Maine: 3 kasus
- Maryland: 2 kasus
- Michigan: 6 kasus (tertinggi)
- Mississippi: 1 kasus
- New Hampshire: 1 kasus
- Ohio: 5 kasus
- Tennessee: 1 kasus
- West Virginia: 2 kasus
- Wisconsin: 5 kasus
Gejala Infeksi Salmonella yang Perlu Diwaspadai
Menurut CDC, gejala umum infeksi Salmonella meliputi:
- Diare berair, yang mungkin bercampur dengan darah atau lendir
- Kram perut yang parah
- Sakit kepala
- Mual
- Muntah
- Kehilangan nafsu makan
Gejala biasanya muncul dalam waktu 6 jam hingga 6 hari setelah terpapar bakteri. Durasi gejala dapat berlangsung selama 4 hingga 7 hari, meskipun pada beberapa kasus, infeksi dapat berlangsung lebih lama.
Catatan penting: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala tersebut, terutama setelah kontak dengan unggas rumahan, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan
CDC memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah infeksi Salmonella, antara lain:
- Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air setelah kontak dengan unggas rumahan, telur, atau lingkungan tempat unggas berada.
- Jangan biarkan unggas memasuki area dapur atau tempat makan.
- Simpan telur di lemari es dan masak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
- Hindari mencium atau memeluk unggas rumahan, terutama anak-anak kecil yang lebih rentan terhadap infeksi.
- Bersihkan peralatan dan pakaian yang terkontaminasi dengan air panas dan deterjen.
Dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat guna memutus rantai penyebaran infeksi Salmonella.