Leo Garcia Venegas, seorang warga negara Amerika Serikat (AS), kembali ditangkap oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada awal Mei 2024. Penangkapan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu satu tahun, meskipun Venegas telah memiliki REAL ID yang sah sebagai bukti kewarganegaraan.

Dalam pengajuan gugatan yang diajukan pekan lalu, Venegas menyatakan bahwa pada pagi hari tanggal 2 Mei, sebuah mobil SUV tanpa tanda pengenal menghadangnya di jalan masuk rumahnya di Silverhill, Alabama. Sebelum ia sempat menunjukkan ID kewarganegaraannya, dua petugas ICE menariknya keluar dari truk yang sedang ia kemudikan—yang ternyata milik saudaranya karena mobilnya sendiri mengalami kerusakan.

Menurut pengakuan Venegas dalam pernyataan tertulis yang disumpah, petugas tidak memberikan kesempatan sedikit pun untuk menjelaskan status kewarganegaraannya. Ia bahkan sudah memegang ID Alabama Star yang merupakan REAL ID resmi, namun petugas tetap melakukan tindakan paksa.

"Tanpa bertanya satu pertanyaan pun atau memberikan perintah hukum, petugas menarik saya keluar dari mobil, menindih saya ke tanah, dan memborgol kedua tangan serta kaki saya," ujar Venegas dalam pernyataannya. "Mereka tidak mau mendengarkan ketika saya mengatakan bahwa saya warga negara AS, dan tidak menunjukkan minat sedikit pun untuk melihat ID saya, meskipun itu adalah REAL ID yang hanya diberikan kepada orang-orang dengan status hukum yang sah."

Venegas menyatakan bahwa ia diborgol selama 15 menit tanpa ada pertanyaan mengenai identitas atau status imigrasinya. Menurut pengajuan gugatan tersebut, petugas tidak pernah menanyakan apapun sebelum melakukan tindakan paksa.

Kasus ini menjadi sorotan karena Venegas merupakan penggugat utama dalam gugatan kelas atas kebijakan penegakan imigrasi DHS. Pada tahun lalu, ia telah dua kali ditangkap dalam penggerebekan di lokasi konstruksi tempatnya bekerja, meskipun telah menunjukkan ID kewarganegaraan. Hal ini diduga disengaja, sebagaimana pernyataan seorang pejabat DHS dalam pengajuan gugatan yang menyebutkan bahwa "REAL ID tidak dapat diandalkan untuk memastikan kewarganegaraan AS."

Yang mengejutkan, DHS justru membantah telah menangkap Venegas. Dalam pernyataan resmi, mereka menyatakan, "Leonardo Garcia Venegas TIDAK ditangkap minggu lalu. Pada Sabtu, 2 Mei, ICE melakukan pemeriksaan rutin terhadap mobil terdaftar atas nama seorang warga asing ilegal. Setelah identitasnya diverifikasi, ia dibebaskan."

Investigasi yang dilakukan ProPublica pada Oktober 2023 menemukan bahwa ICE telah menahan setidaknya 170 warga negara AS dalam penggerebekan atau aksi protes. Dalam beberapa kasus, ICE diduga melanggar Amendemen Keempat Konstitusi dengan menggunakan kekerasan berlebihan dan menahan orang tanpa bukti yang cukup. ICE juga terbukti berbohong mengenai penahanan warga negara AS dan perlakuan terhadap mereka.

Venegas kini menjadi simbol perlawanan terhadap praktik penegakan imigrasi yang dianggap tidak adil. Pertanyaannya, berapa banyak lagi warga negara AS yang mengalami nasib serupa tanpa ada yang mengetahui?