Anggota Kongres AS Resignasi Menjelang Sanksi Etika

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Sheila Cherfilus-McCormick, resmi mundur dari jabatannya Selasa (13/8). Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum Komite Etika DPR AS berencana mengumumkan sanksi terhadapnya. Ia diduga menyalahgunakan dana bantuan Covid-19 senilai $5 juta dari Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) untuk mendanai kampanyenya.

Selain itu, ia juga dilaporkan membeli barang mewah pribadi, termasuk cincin berlian. Komite Etika menemukan 25 pelanggaran etika dan ia menghadapi 15 dakwaan pidana federal. Keputusan Cherfilus-McCormick ini menjadikannya anggota Kongres ketiga yang mundur dalam seminggu terakhir.

Alasan Resignasi: Proses yang Tidak Adil

Dalam pernyataan di platform X (sebelumnya Twitter), Cherfilus-McCormick menuding Komite Etika tidak memberikan waktu yang cukup bagi pengacaranya untuk mempersiapkan pembelaan. Ia menyebut proses tersebut sebagai penganiayaan politik.

"Dengan melanjutkan proses ini sementara dakwaan pidana masih berjalan, Komite telah mencegah saya untuk membela diri. Saya tidak akan pura-pura bahwa ini bukan pencemaran nama baik. Saya tidak bisa membiarkan hak-hak saya atas proses hukum diabaikan dan nama baik saya tercemar," tulisnya.

Kasus Serupa dalam Seminggu Terakhir

Cherfilus-McCormick menjadi anggota Kongres ketiga yang mundur dalam waktu singkat. Sebelumnya, Eric Swalwell (Demokrat) mundur akibat tuduhan pelecehan seksual, sementara Tony Gonzales (Republikan) mengundurkan diri setelah mengirim pesan eksplisit kepada mantan karyawan, salah satunya terlibat hubungan yang berujung pada bunuh diri.

Upaya Pardon dan Tekanan Politik

Sebelum mundur, Cherfilus-McCormick sempat meminta pengampunan kepada Presiden Donald Trump saat menghadiri pesta Natal di Gedung Putih Desember lalu. Beberapa anggota Kongres Republik, seperti Nancy Mace dan Greg Steube, mendorong agar ia dikeluarkan dari partai. Sementara itu, Mace dan Cory Mills juga tengah menghadapi investigasi Komite Etika namun menolak untuk mundur.

Resignasi ini menyoroti meningkatnya tekanan terhadap anggota Kongres terkait pelanggaran etika dan hukum dalam beberapa waktu terakhir.